Artikel Menikmati Wisata Edukasi Di Museum R Hamong Wardoyo



Posted on: 09 Apr 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Kabupaten Boyolali memiliki museum yang direkomendasikan untuk dikunjungi oleh siapa saja. Pelajar, mahasiswa, keluarga harus menyempatkan diri mampir ke museum yang terletak di Jalan Raya Boyolali- Solo, Tegalwire, Mojosongo ini. Museum yang namanya diambil dari salah satu nama Bupati Boyolali terdahulu ini sudah menjadi ikon baru di Kota Susu. Bahkan museum itu didesain dengan inspirasi dari Museum Louvre di Paris,  Prancis. 

Meskipun tergolong baru, museum yang didirikan di lahan bekas Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Boyolali ini sudah mulai memiliki banyak peminat. Terbukti dari daftar isian buku tamu yang hampir tiap hari terisi oleh tanda tangan pengunjung dari berbagai wilayah. Menurut Penjaga Museum R Hamong Wardoyo, Sutrisno, hampir setiap hari baik hari libur maupun hari aktif museum mendapatkan kunjungan.

"Banyak ya (pengunjungnya-red), anak-anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA, atau masyarakat umum. Rata-rata mereka datang saat jam kerja Senin-Jumat. Tapi saat libur seperti Hari Sabtu-Minggu juga ada juga yang datang. Pintu museum selalu terbuka untuk pengunjung," paparnya, Sabtu (7/4).

Museum R Hamong Wardoyo termasuk salah satu tempat yang direkomendasikan untuk wisata edukasi. Di tempat dengan bangunan futuristik berbentuk segi enam tersebut, pengunjung diajak bernostalgia dengan sejarah-sejarah yang berkaitan dengann Kabupaten Boyolali.

Uniknya, bangunan atap museum mirip dengan piramida namun dibuat dari kaca. Ruangan museum pun didominasi ornamen-ornamen dari kayu. Selain itu, tangga penghubung antara lantai satu dengan lantai dua museum bergaya spiral atau memutar. Di sepanjang selasar tangga, pengunjung bisa menikmati sajian foto-foto suasana Kabupaten Boyolali dalam berbagai sudut dan momen.

Bagi yang belum pernah masuk ke museum ini, tidak perlu khawatir karena pengunjung hanya perlu membubuhkan tanda tangannya di dalam buku tamu yang telah disediakan. Karena sampai saat ini, pengelola museum belum menariki biaya tiket masuk museum.

Koleksi museum pun sudah dapat dikatakan banyak meliputi sejumlah arca dan benda purbakala lain yang ditemukan di wilayah Kabupaten Boyolali. Ada juga koleksi kereta kencana, harimau sumatera, alat-alat pertanian tradisional, foto-foto bupati Boyolali terdahulu, pusaka peninggalan Paku Buwono X, serta koleksi lain yang berada di lantai satu museum.

Sedangkan lantai dua museum merupakan ruang pameran, dimana tampak terpajang puluhan foto-foto yang menggambarkan suasana Boyolali masa kini hasil jepretan masyarakat umum. (awa)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru