WARGA PADATI TAMAN KALI GEDHE SAKSIKAN FESTIVAL RONDHA THEKTHEK

WARGA PADATI TAMAN KALI GEDHE SAKSIKAN FESTIVAL RONDHA THEKTHEK
Posted in Informasi
Posted on: November 18th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI – Seiring sudah jadinya Taman Kali Gedhe di wilayah Kampung Sumber Lerak, Siswodipuran sudah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Seperti yang dilakukan pada Jumat (17/11) malam, meski dalam suasana musim hujan digelar Andhon Prigel Rondha Thekthek ysng menyedot perhatian warga yang penasaran menyaksikan. Event ini merupakan kompetisi seni ronda keliling dan dibalut dengan seni musik perkusi menggunakan kenthongan dan alat lainnya.
Disampaikan salah satu panitia, Eka Prihartanto di sela acara. “Andhon Prigel Rondha Thekthek ini adalah kompetisi seni rondha keliling yang di kemas dengan garapan dan tampilan yang indah,” terangnya.
Kegiatan ini menurut Eka dimaksudkan untuk merekatkan hubungan antara pemerintah, masyarakat dan para seniman yang ada di Kabupaten Boyolali.
“Bersama – sama menjaga kelestarian budaya jawa, terutama kegiatan Rondha Thekthek serta menggugah semangat warga Boyolali untuk menjaga keamanan dan meramaikan lingkungan sekitar dengan kegiatan siskamling,” imbuhnya.
Sebanyak 14 kelompok dari sejunlah kecamatan di Boyolali mengikuti lomba yang harus menggunakan unsur kenthongan 70 persen ini. “Peserta wajib menggunakan kenthongan dengan bobot 70 persen, selebihnya 30 persen bisa menggunakan alat pendukung yang lain [non electric/digital],” imbuh Eka.
Festival ini melombakan tiga kriteria yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari unsur akademisi bidang seni serta pegiat seni di Boyolali dan Klaten. Kategori tersebut yakni Penampil Terbaik yang meliputi tata busana, tata rias penampilan. Sementara kategori kedua Garap harmonisasi musik terbaik yang menitikberatkan pada kreatifitas serta aransemen. Kategori terakhir yakni Improvisasi terbaik yang dilihat dari keunikan serta inovasi dalam penampilan. Masing-masing kategori berhak memperoleh tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta.
Kegiatan ini juga diharapkan sebagai sarana pelestarian seni. “Semoga dapat sebagai ajang melestarikan seni dan budaya yang adiluhung sehingga tidak tergerus budaya yang lebih modern,” ungkap Asisten Tata Pemerintahan Sekda Kabupaten Boyolali, Bony Facio Bandung dalam sambutan pembukaannya
Peserta datang dari sejumlah kecamatan di Boyolali seperti Musuk, Banyudono, Klego, Sawit, Ampel. Seperti halnya kelompok Kolasam [Kothekan Lare Sambengan] dari Ampel ini mengapresiasi kegiatan ini.
“Sangat menarik ikut lomba ini sebagai bentuk kepedulian masih ada kegiatan ronda keamanan lingkungan,” terang Solikhun, salah satu perwakilan Kolasam.
Di wilayah Solikhun di Dukuh Sambengan; Desa Candi; Ampel masih terdapat tradisi ronda yang juga bertujuan menjaga keamanan wilayahnya. Hal tersebut Dia harapkan digiatkan lagi karena semakin tergerus jaman.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top