WARGA MLIWIS KEMBANGKAN BUDIDAYA LELE

WARGA MLIWIS KEMBANGKAN BUDIDAYA LELE
Posted in Informasi
Posted on: April 12th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Budidaya ternak ikan lele ternyata mampu dikembangkan warga Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo. Padahal, kawasan di lereng Gunung Merbabu itu, selama ini dikenal selalu kekurangan sumber air bersih.
Namun warga dari tiga dukuh, yakni Dukuh Nganggrung, Gawar, dan Polojati, Desa Mliwis itu, mampu membuktikan keberhasilannya membudidayakan ternak ikan lele. Bahkan saat ini, warga yang tergabung dalam kelompok Mina Sejahtera itu, sudah berhasil panen kali ketiga, dan terus berupaya mengembangkan perluasan kolam untuk seluruh warga.
Memanfaatkan bantuan Pemkab Boyolali dari APBD tahun anggaran 2016 senilai Rp 55 juta, mereka lantas mengembangkan usaha perikanan tersebut dengan serius. Tak hanya itu, mereka juga mulai mengembangkan pakan mandiri dengan cara vermentasi untuk menekan biaya produksi. Hasilnya, warga pun menuai keuntungan yang cukup signifikan.
Dari 20 petak kolam lele yang dikelola kelompok Mina Sejahtera itu, ternyata mampu memberikan keuntungan hampir 100 persen di luar biaya pembuatan kolam. Potensi tersebut tentu saja cukup menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Rata-rata per kolam biaya bibit dan pakannya sekitar Rp 800 ribu mampu panen sekitar Rp 1,5 juta,” ungkap Mansur, ketua Mina Sejahtera di sela-sela panen bersama, Selasa (4/4/2017).
Dijelaskan Mansur, semula potensi pengembangan budidaya lele tersebut belum tersentuh lantaran wilayah lereng Merbabu sulit sumber air. Namun di tiga dukuh tersebut, justru memiliki sumber air yang cukup. Sehingga warga pun berupaya mengembangkan potensi tersebut agar memiliki nilai ekonomis.
Joko Maryanto, tokoh masyarakat setempat yang juga sebagai anggota DPRD Boyolali, mengaku mendukung inisiatif warga untuk pengembangan potensi ekonomi setempat. Menurut Joko, budidaya lele tersbeut merupakan pertama di wilayah Cepogo.
“Selama ini image Cepogo selalu kekurangan air, tetapi di Desa Mliwis cukup banyak potensi sumber air. Ternyata setelah dikembangkan bisa berhasil,” kata dia.
Keberhasilan ini kemudian memicu masyarakat untuk terus mengembangkan potensi budidaya lele di Cepogo. Bahkan menurut Joko, dari hasil yang didapat dari panen selama ini, nantinya warga akan dibuatkan kolam secara bertahap.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Juwaris, yang hadir dalam kegiatan panen tersebut, mengaku terkejut ternyata ada potensi pengembangan budidaya ikan tawar di Cepogo. Bahkan menurut dia, potensi di Mliwis ini bisa dikembangkan menjadi program mina padi, yakni kombinasi pertanian dengan perikanan.
“Potensi ini bisa menambah produksi ikan di Boyolali secara keseluruhan,” imbuh dia.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top