WABUP PIMPIN ZIARAH KE MAKAM KI AGENG PANDANARAN

WABUP PIMPIN ZIARAH KE MAKAM KI AGENG PANDANARAN
Posted in Informasi
Posted on: May 26th, 2017 Oleh Administrator
KLATEN – Meniti ratusan anak tangga menuju puncak Gunung Jabalkat, di Desa Paseban, Kecamatan Tembayat, Klaten membuka catatan sejarah Boyolali. Suatu tempat yang konon menjadi tempat persinggahan terakhir Ki Ageng Pandanaran hingga disebut Sunan Tembayat atau Sunan Bayat dalam perjalanan sejarah adanya wilayah yang disebut Boyolali. Dalam peringatan ke-170 Hari Jadi Boyolali tahun ini, sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan salah satunya ziarah rombongan di makam Ki Ageng Pandanaran, Jumat (26/5).
Dipimpin Wakil Bupati Boyolali, ziarah diikuti jajaran Forkopimda, instansi vertikal dan OPD serta BUMD di Boyolali. Dalam kegiatan ini, Wabup meminta ziarah ini bukan hanya sekedar seremoni saja namun sebagai ungkapan syukur.
“Ziarah ini bukan hanya sekedar seremoni tiap tahun. Karena beliau adalah seorang tokoh yang memberi nama Boyolali sehingga sudah sepantasnyalah kita sebagai masyarakat Boyolali bersyukur dan terima kasih atas lahirnya nama Boyolali,” terang Said.
Lebih lanjut Wabup meminta untuk meneladani Ki Ageng Pandanaran. “Bagian terpenting yang dijalankan, dalam menjalani kehidupan dan langkah-langkah hidup beliau adalah pemimpin yang pantas kita teladani,” imbuh Said.
Wabup Said mengibaratkan semangat yang harus dijaga dan dijalani, ketika menapakkan kaki dalam melangkah menaiki anak tangga dalam kegiatan ziarah ini.
Menurut cerita, Ki Ageng Pandanaran menetap di Tembayat, yang sekarang bernama Tembayat, Klaten, dan menyiarkan Islam disana. Oleh karena itu ia disebut sebagai Sunan Tembayat atau Sunan Bayat.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top