VARIETAS BARU PEMANFAATAN LAHAN TADAH HUJAN DI MUSIM KEMARAU

VARIETAS BARU PEMANFAATAN LAHAN TADAH HUJAN DI MUSIM KEMARAU
Posted in Informasi
Posted on: October 3rd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Varietas padi baru telah membuktikan keberhasilannya ditanam di lahan tadah hujan di musim kering. Sebanyak dua hektare (ha) demplot lahan di Desa Kacangan; Andong membuktikan varietas Inpari 42, inpari 43 dan Inpago 8.

“Dari hasil penelitian, tiga varietas ini terbukti toleran terhadap kekurangan air,” terang Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Tengah (BPTP Jateng), Harwanto dalam acara Temu Lapang Dukungan Inovasi Pertanian Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Pajale di Desa Kacangan, Selasa (3/10).

Munculnya varietas baru ini, lanjut Harwanto merupakan strategi pemerintah dalam rangka swasembada pangan, kedaulatan pangan dan menuju lumbung pangan dunia. Hal tersebut menjadi bagian strategi inovasi teknologi yang diterapkan dan terus dikembangkan.

“Terus melakukan inovasi tiada henti untuk petani yang diimplementasikan dengan penggunaan varietas padi,” imbuhnya.

Sementara Kasi Padi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Edi Darmanto mengatakan varietas ini cocok ditanam di Jawa Tengah pada umumnya. “Dengan munculnya generasi baru ini diharapkan kontribusi besar terhadap produktifitas padi di Jawa Tengah,” terang Edi.

Pihaknya menjelaskan Inpari 42 dan Inpari 43 merupakan generasi baru dimana sifat genetisnya dapat ditanam seperti padi amfibi artinya bisa ditanam di lahan sawah dan di lahan kering.

 

“Inpari 42 cocok ditanam di daerah endemis wereng batang cokelat, sehingga varietas ini welcome untuk Jawa Tengah, dan dikembangakan untuk menggantikan varietas lain yang ada saat ini,” tambahnya.

Untuk itu pihaknya meminta petani tidak mengandalkan pupuk kimia namun diimbangi dengan organik. Padi dengan pengelolaan alami bisa memberikan rasa pulen yang berbeda dan lebih enak pada nasi.

Untuk masa tanam sampai dengan panen, varietas Inpari 42 dan 43 selama 90 hari, sedangkan varietas Inpago 8 dapat panen dalam 100 hari setelah tanam. Dari hasil demplot di Kacangan yang sudah dilakukan untuk Inpari 42 dengan potensi 10,58 ton/ha dapat memanen 8,37 ton. Varietas Inpari 43 dari potensi 9,02 ton/ha dapat diperoleh 10,47 ton. Sementara Inpago 8 dengan potensi 8,1 ton/ha memperoleh 5,89 ton/ha.

Adapun daerah di Boyolali yang cocok ditanami varietas ini berada di wilayah Andong Klego, Wonosegoro, Juwangi, Kemusu, sebagian Karanggede dan Nogosari. (mjk/dst)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top