UPACARA DI PUNCAK MERAPI, JUMLAH PENDAKI DIBATASI

UPACARA DI PUNCAK MERAPI, JUMLAH PENDAKI DIBATASI
Posted in Informasi
Posted on: August 11th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Seperti tahun-tahun sebelumnya, pendakian Gunung Merapi saat perayaan 17 Agustus tahun ini diperkirakan akan membludak. Terkait ini, jumlah pendaki pun dibatasi hanya sebanyak 2.500 orang saja.
Pembatasan jumlah pendaki ini sesuai dengan rekomendasi Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), salah satunya yang diterima Pos Pendakian Merapi, Plawangan, Kecamatan Selo. Pembatasan dilakukan dengan mengacu pada daya tampung kawasan Pasar Bubrah puncak Merapi.
Menurut Koordinator SAR Barameru, Samsuri, pendakian 17 Agustus seperti tahun-tahun sebelumnya ke Merapi, untuk melangsungkan upacara HUT Kemerdekaan RI di kawasan Pasar Bubrah.
Dengan adanya pembatasan tersebut, maka pihaknya akan menghitung seksama pendaki yang naik terutama dari Pos Pendakian Plawangan. Jika kemudian kuota pendaki sudah terpenuhi, maka menurut dia dengan terpaksa pintu pendakian akan ditutup dan pendaki lain disarankan untuk pendakian alternatif, yakni ke Gunung Merbabu.
“Karena lokasinya di atas terbatas sehingga jumlah pendaki peserta upacara dibatasi. Ketentuan kuota itu wajib ditaati dan kami tidak bisa menambah sendiri,” ungkap dia.
Berkaitan dengan pembatasan ini, pihaknya ikut melakukan sosialisasi ke masyarakat, utamanya pada kelompok pendaki dan pecinta alam. Selain itu, bersama dengan jajaran terkait seperti relawan, Tim SAR, serta petugas Polsek Selo, aktivitas pendakian nantinya akan dipantau secara ketat. Termasuk di antaranya penyiapan relawan di sepanjang jalur pendakian hingga kawasan Pasar Bubrah.
Sementara itu upacara akan dilangsungkan sekitar pukul 08.00 WIB. Terlepas dari kegiatan upacara, Samsuri menegaskan, para pendaki dilarang naik ke puncak Merapi dan cukup di kawasan Pasar Bubrah saja. Larangan ini diberikan mengingat kondisi puncak Merapi masih sangat berbahaya dan matrial rawan longsor. Untuk pengawasan, para relawan nantinya juga akan memastikan puncak Merapi steril.
Terpisah, para pendaki yang hendak naik ke Merapi maupun Merbabu, diharapkan agar melapor ke Polsek Selo. Demikian diungkapkan Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Kapolsek Selo, AKP Joko Warsono.
Selain itu, para pendaki juga diminta agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum melakukan pendakian. Persiaapan di antaranya meliputi perbekalan dan perlengkapan yang memadai. Selain itu tentu saja kondisi fisik yang prima.
“Pendaki dilarang membawa senjata tajam dan tidak membuat perapian karena rentan kebakaran. Selain itu juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan, sampah dan bungkus makanan atau botol minuman harus dibawa turun,” imbuh dia. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top