TONJOLKAN DESTINASI WISATA LERENG MERAPI MERBABU

TONJOLKAN DESTINASI WISATA LERENG MERAPI MERBABU
Posted in Agenda
Posted on: July 20th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Event nasional Kebut Gunung Merapi-Merbabu 2017 tahun ini semakin menonjolkan promosi pariwisata di Boyolali, utamanya yang ada di kawasan lereng Gunung Merapi-Merbabu.
Berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya yang lebih mengutamakan kecepatan dalam pendakian Gunung Merapi, menurut Ketua Teknis Kebut Gunung 2017, Imam Kadofi, tahun ini muatan lomba juga pada substansi pengetahuan pariwisata para peserta, sehingga para peserta juga diminta menjawab sejumlah pertanyaan dari panitia.
“Tujuan kegiatan ini kan untuk memperkenalkan pariwisata Boyolali, khususnya di daerah lereng Merapi dan Merbabu,” ungkap dia.
Kebut gunung yang akan diselenggarakan Minggu (23/7) pekan depan, lebih mengarah pada lintas alam, dengan menyusuri rute di lereng Merapi maupun Merbabu yang ada di wilayah Kecamatan Selo yang banyak destinasi tempat pariwisata.
Sejumlah destinasi wisata unggulan di antaranya yakni kawasan observasi elang Jawa, Goa Jepang, tanjakan langit, Gancik Alam Sutera, hingga Gancik Hill Top. Para peserta akan menyusuri alam terbuka dengan medan yang cukup menantang. Pasalnya, rute selain menyusuri jalan aspal dan beton, juga menyusuri jalan tanah hingga bebatuan.
Imam mengatakan lomba kali ini bukan terkait kecepatan mencapai finish, melainkan bagaimana peserta lomba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan panitia di setiap pos. Di sepanjang rute yang sudah ditentukan, para peserta selain bisa menikmati panorama indah, juga bisa memanjakan diri dengan selfie, terutama di pos-pos yang dilalui.
Meski demikian, lomba tetap dibatasi waktu yakni selama 420 menit atau tujuh jam untuk menempuh keseluruhan rute sepanjang 20 kilometer ini. Menurut Imam, waktu yang disediakan panitia tersebut sudah cukup longgar untuk para peserta. Pihaknya bahkan sudah melalukan survey tiga kali selain untuk medan rute juga pengukuran waktu tempuh.
“Waktunya sudah cukup longgar, jadi kalau ada yang finish melebihi waktu yang ditentukan akan dinyatakan gugur,” terang dia.
Saat ini lanjut Imam, sudah ada 127 regu peserta yang mendaftar. Masing-masing regu sejumlah empat personel. Pendaftaran akan dibuka hingga menjelang lomba nanti dan ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 orang peserta.
Imam menambahkan, lomba kebut gunung ini menuntut sportifitas yang tinggi dari peserta. Selain itu juga membutuhkan stamina yang prima dan semangat yang tinggi. Hal itu dibutuhkan mengingat lomba ini termasuk kegiatan alam bebas. Selain kondisi cuaca bisa cepat berubah, juga potensi bencana alam seperti angin kencang dan tanah longsor harus diwaspadai. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top