TIM GABUNGAN OPERASI KONTROL BEREDARNYA MAKANAN DAN MINUMAN KADALUARSA

TIM GABUNGAN OPERASI KONTROL BEREDARNYA MAKANAN DAN MINUMAN KADALUARSA
Posted in Informasi
Posted on: November 23rd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Guna memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan makanan yang layak, Pemkab Boyolali melalui tim terpadu terus melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko modern.

Hasilnya, ternyata masih didapati belasan makanan kadaluarsa yang dijual di sejumlah toko modern, di antaranya di bilangan Kecamatan Mojosongo, Rabu (22/11/2017). Kebanyakan makanan yang kadaluarsa berupa minuman susu kemasan dan mie instan. Selain makanan yang sudah kadaluarsa, juga ditemukan makanan yang batas waktu kadaluarsanya sudah mendekati ambang.
Mengantisipasi ini, Kepala Bidang (Kabid) Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan pangan (DKP) Boyolali, Hindrato Hudi, menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan terutama pada sejumlah pasar dan toko modern.
Lebih lanjut diaebutkan Hindrato, dari pengawasan yang dilakukan tim terpadu, juga menemukan banyak produk makanan yang berasal bahan yang tidak sesuai perizinannya. Misalnya saja kata dia, yakni produk beras yang masih menggunakan izin dari Badan pengawas obat dan makanan (BPOM).
Hanya saja terkait ini, menurut dia dikarenakan banyak toko yang belum memahami jika makanan yang bersumber dari tanaman maka harus disertai izin dari Kementerian Pertanian melalui otoritas kompeten keamanan pangan daerah (OKKPD).
Ditegaskan Hindrato, langkah pengawasan makanan ini dilakukan terutama menjelang peringatan hari besar, seperti menjelang Natal dan tahun baru mendatang.
Pihaknya mengimbau supaya toko-toko, terutama toko kelontong, untuk lebih merawat produk makanan yang dijual, termasuk produk makanan yang masa kadaluarsanya hampir habis.
“Makanan yang sudah kadaluarsa dan yang sudah mendekati kadaluarsa jangan dibiarkan begitu saja dipajang di rak. Yang sudah kadaluarsa harusnya tidak lagi dipajang,” tegas dia.
Sementara itu dalam operasi makanan dan minuman yang dilakukan tim terpadu dari DKP, Dinas Kesehatan, Dinas Perdangan dan perindustrian (Disdagperin), Satpol PP, dan Polres Boyolali itu, tidak sampai melakukan penyitaan barang dagangan yang sudah kadaluarsa. Mereka hanya mengambil sample makanan yang sudah kadaluarsa serta memberikan pembinaan bagi pedagang yang bersangkutan atau karyawan toko.
Hindrato menyatakan, operasi yang dilakukan ini masih bersifat persuasif. Namun jika para pedagang tersebut masih saja nekat dan ditemukan kasus serupa, pihaknya akan mengambil tindakan tegas salah satunya dengan langkah penyitaan.
Hindrato menambahkan, pengawasan makanan ini akan dilanjutkan ke seluruh wilayah Boyolali. Razia dilakukan mulai tanggal 21 November kemarin hingga 4 Desember mendatang. Pengawasan meliputi pasar tradisional maupun toko-toko modern di setiap kecamatan. Hanya saja, selama dua hari terakhir dilakukan operasi terpadu, pihaknya belum menemukan, khususnya daging sapi dan ayam yang tidak layak konsumsi.
Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berbelanja. Masyarakat diminta untuk senantiasa mengecek kondisi makanan yang hendak dibeli, setidaknya memastikab barang masih belum kadaluarsa sekalipun di toko-toko modern. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top