TAK INDAHKAN POLA TANAM SERENTAK, SAWAH WARGA SINDON DISERANG HAMA BURUNG

TAK INDAHKAN POLA TANAM SERENTAK, SAWAH WARGA SINDON DISERANG HAMA BURUNG
Posted in Informasi
Posted on: May 4th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Petani di wilayah Sindon;Kecamatan Ngemplak saat ini tengah dipusingkan dengan serangan hama burung emprit. Jenis burung yang gemar dengan tanaman padi ini mulai mengganggu sawah pada lahan pertanian padi di wilayah tersebut. Sebagian lahan sawah yang berlokasi persis di sebelah bandara Adi Sumarmo tersebut mulai siap panen, sementara sebagian lain belum saatnya panen.

 Pola tanam tidak serentak inilah yang diyakini petani di wilayah tersebut yang membuat hama burung mengganas. Salah satu petani, Suratmi ketika ditemui sedang mengusir burung di areal sawahnya, Rabu (3/5) pagi. “Padi di lahan saya ini sudah diserang burung emprit. Soalnya lahan ini ditanam lebih dahulu dan tidak bersamaan dengan petani lain,” terang Suratmi.

Perempuan warga Sindon ini setiap hari menunggui sawahnya yang siap panen dari pagi hingga siang hari, sementara dari siang hingga petang harinya bergantian dengan suaminya. Secara manual Suratmi memasang penghalau burung memanfaatkan kaleng bekas yang dipasang di beberapa sudut sawah yang dibunyikan sehingga bunyi gaduhnya bisa membuat burung takut menjauhi sawahnya. “Ketika diusir burungnya hanya pergi sebentar dan kembali ke sawah lagi menunggu lengah,” imbuh Suratmi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto mengiyakan bahwa serangan burung tersebut dikarenakan petani tidak menerapkan himbauan pola tanam serentak. “Yang pertama tidak tanam serentak, dan kemungkinan daerah lain tidak ada sumber makanan makanya akan adanya migrasi besar – besaran burung tersebut,” terang Bambang di kantornya.

Pihaknya menyayangkan jika suatu daerah tidak bersinergi dalam menerapkan pola tanam serentak. Sebagai contoh petani di Ngemplak dengan daerah sekitar juga harus serentak dalam menanam.

“Contohnya jika di Ngemplak sudah melakukan tanam serentak, sementara daerah tetangga tidak tanam serentak ya percuma saja,” imbuh Bambang.

Saat ini pihaknya meminta petani berinisiatif menghalau burung tersebut dengan dengan pemasangan jaring atau kelambu di lahan pertaniannya. Selain itu pemerintah juga selalu memberikan penyuluhan bagi kelompok tani untuk bisa menerapkan pola tanam serentak. Dengan menggerakan kelompok tani untuk melakukan pencegahan secara masal dan pengusiran secara bersama. Metode dan langkah yang dilakukan tidak akan efektif apabila antar kelompok tani melakukan secara sendiri – sendiri.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top