SIDAK WABUB UNTUK RUMUSKAN SOLUSI BANJIR DI BANYUDONO

SIDAK WABUB UNTUK RUMUSKAN SOLUSI BANJIR DI BANYUDONO
Posted in Informasi
Posted on: February 20th, 2017 Oleh Administrator
 BOYOLALI : Banjir yang terjadi di Banyudono mendapat perhatian serius dari Pemkab Boyolali. Bersama jajaran DPRD, Wakil Bupati M Said Hidayat, turun langsung ke lokasi banjir untuk merumuskan solusi penanganan bencana, Senin (20/2).
Di sela-sela Sidak, Wabup menegaskan harus segera dicarikan solusi akibat banjir di Banyudono kemarin. Wabup menegaskan, langkah normalisasi saluran harus segera dilakukan. Terkait ini, perlu adanya komunikasi menyeluruh, salah satunya agar camat berkoordinasi dengan pemilik tanah untuk keperluan tersebut.
“Kami juga sudah perintahkan jajaran PU (Pekerjaan Umum) untuk mengecek titik-titik sumbatan saluran air untuk segera ditangani,” ungkap Wabup.
Hasil dari laporan pengecekan jajaran PU, baik dari tingkat kecamatan hingga dinas, menurut Wabup akan segera dijadikan dasar rumusan kebijakan Bupati untuk perbaikan-perbaikan. Sehingga diharapkan ke depannya, bencana banjir dapat diatasi.
Ketua  DPRD Boyolali, S Paryanto bersama Komisi III, yang juga melakukan pengecekan di titik-titik yang memungkinkan dibangun sudetan atau saluran air dari saluran utama jalan raya ke Kali Pepe yang berada di utara desa.
Setidaknya terdapat satu lokasi yang bisa dibangun sudetan, yakni yang berada di depan gudang atau pabrik cengkih di barat Desa Banyudono. Di lokasi tersebut setidaknya terdapat saluran air dari arah atas atau wilayah Kecamatan Teras serta ke arah utara, ke Kali Pepe.
Menurut Paryanto, dari hasil pengecekan tersebut yang paling cepat dikerjakan yakni pembangunan sudetan dari atas, karena jaraknya lebih dekat sekitar 200 meter dari jalan raya. Sementara untuk sudetan ke Kali Pepe jaraknya sekitar 500 meter.
“Untuk anggaran tetap akan menjadi perioritas selama untuk kepentingan masyarakat. Segera kami koordinasi dengan PU untuk menghitung berapa yang dibutuhkan,” jelas Paryanto.
Sementara menurut Camat Banyudono, Rita Puspitasari, menyatakan beberapa tahun terakhir dua desa di wilayahnya yang terjadi banjir, yakni Desa Sambon dan Banyudono. Pihaknya juga sudah meminta kepala desa setempat untuk membuat laporan.
“Tetapi baru Sambon yang melaporkan dan langsung ditindaklanjuti. Hasilnya, saat ini banjir sudah bisa ditangani,” imbuh dia.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top