SD N MULYOSARI RAIH ADIWIYATA MANDIRI NASIONAL

SD N MULYOSARI RAIH ADIWIYATA MANDIRI NASIONAL
Posted in Informasi
Posted on: August 11th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Berhasil meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, SDN Mulyosari akan maju pada lomba yang sama tingkat Asia Tenggara tahun depan. Keberhasilan ini diharapkan SDN Mulyosari, Boyolali, dapat menjadi contoh tidak hanya tingkat nasional, melainkan juga di tingkat Asia Tenggara.

Prestasi ini menurut Kepala SDN Mulyosari, Sri Saparendah, menjadi kebanggaan tersendiri. Meski demikian pihaknya terus melakukan persiapan menghadapi lomba Adiwiyata Mandiri tingkat Asia Tenggara nanti.
“Persiapan terutama terus meningkatkan inovasi pembelajaran yang berwawasan lingkungan pada peserta didik,” ungkap dia.
Agar program inovasi ini dapat berjalan optimal, Sri mengatakan perlunya keterlibatan orang tua murid. Terkait ini, program pembelajaran berwawasan lingkungan itu juga disampaikan pada wali murid saat rapat pleno tahun ajaran 2017-2018 ini. Diharapkan, dengan keterlibatan orang tua dan komite sekolah, pelestarian alam lingkungan sekolah selain lebih optimal juga bisa diterapkan di rumah.
Sementara itu, prestasi yang diraih SDN Mulyosari tersebut juga mendapat apresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali. Kepala Disdikbud, Darmanto menyebutkan, penghargaan yang diraih SDN Mulyosari tersebut diharapkan dapat memacu sekolah-sekolah lain untuk menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang ramah.
Menurut Darmanto, kondisi sekolah yang didukung dengan sarana maupun prasarana yang baik, serta lingkungan yang ramah bagi anak didik, akan menjadikan suasana pembelajaran lebih menyenangkan.
“Jadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar. Guru harus mendidik dengan kasih sayang dan penuh welas asih. Tidak dibenarkan ada kekerasan baik verbal maupun nonverbal dengan alasan apapun,” terang Darmanto.
Dia menegaskan, kepada guru agar mendidik dengan penuh cinta kasih sayang. Dengan dalih apapun, kekerasan yang dilakukan guru baik secara verbal ataupun noverbal tidak dibenarkan. Karena memang kondisi pembelajaran saat ini dengan sepuluh tahun lalu berbeda.
“ Dulu guru kalau ngajar pasti membawa kayu kecil, untuk memukul anak yang bermain-main atau tidak memperhatikan saat belajar. Tapi sekarang tidak boleh. Dengan alasan apapun, guru harus mendidik dengan penuh welas asih,” imbuh Darmanto.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top