PUDAM TIRTA AMPERA PERLUAS LAYANAN UNTUK DUKUNG PRO-INVESTASI DI BOYOLALI

PUDAM TIRTA AMPERA PERLUAS LAYANAN UNTUK DUKUNG PRO-INVESTASI DI BOYOLALI
Posted in Informasi
Posted on: May 25th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Kebutuhan air bersih sudah menjadi kesepakatan di seluruh dunia sebagai hak asasi manusia. Disampaikan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Boyolali, Cahyo Sumarso di ruang kerjanya, Senin (22/5) bahwa saat ini baru 70 % penduduk Boyolali yang tersambung jaringan PUDAM Boyolali. “Saat  ini masih 70 persen yang terairi PUDAM, sementara sisanya akan terus dicukupi secara bertahap,” terang Cahyo.

 Pihaknya akan terus berusaha agar seluruh warga Boyolali dapat tercukupi kebutuhan akan air bersih. Dalam pantauannya, beberapa tahun terakhir di Boyolali permasalahan air bersih sudah tidak menjadi bencana seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena selain dari pihaknya, penyediaan air bersih juga dilayani Pamsimas, swadaya masyarakat.

 Lebih lanjut Cahyo menambahkan, curah hujan di Boyolali cukup dengan kisaran 2200-2800 mm/1m2 dalam setahun. “Jadi setiap meter persegi tanah di Boyolali itu kena air hujan sekitar 2 meter kubik, akan kita upayakan agar tidak terbuang masuk ke sungai dan kembali ke laut” imbuh Cahyo. Program pembuatan embung di Boyolali merupakan langkah untuk menangkap air hujan agar tidak terbuang. Pasokan air hujan diandalkan PUDAM untuk memenuhi kebutuhan air baku selama musim penghujan. Sementara empat bulan sisanya dengan mengandalkan air baku dari sungai yang masih ada airnya meskipun sedikit.

 Saat ini PUDAM memanfaatkan embung Kedungombo, Cengklik dan embung yang sudah bisa beroperasi untuk penyediaan air baku. Cahyo mencontohkan, embung Musuk yang dengan daya tampung 100 ribu m3, dalam setahun mampu memproduksi 600 ribu M3. “Jika embung lain sudah bisa difungsikan, akan mampu menampung 3 – 4 juta M3 berarti setahun bisa memproduksi 20 juta M3 dan itu lebih dari cukup,” terang Cahyo.

 Jika layanannya telah memenuhi kebutuhan masyarakat, PUDAM akan melayani area industri, seperti pabrik, bandara, embarkasi haji dan sejumlah area di Boyolali yang akan dibangun perusahaan. “Ke depan diwacanakan PUDAM jika sudah bisa melayani masyarakat, bergerak ke arah sana [melayani perusahaan],” terang Cahyo. Hal tersebut dilakukan dalam mendukung pembangunan dan program Pro Investasi di Boyolali.

 Selain dengan wacana satu Desa satu embung untuk penyedian air baku, pihaknya meminta masyarakat menggiatkan penghijauan melalui penanaman pohon di lingkungan masing-masing.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top