POTENSI EKOWISATA DI KAKI MERAPI MENJAJIKAN

POTENSI EKOWISATA DI KAKI MERAPI MENJAJIKAN
Posted in Informasi
Posted on: March 2nd, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Pengembangan sektor pariwisata berdasarkan potensi daerah terus dilakukan di Boyolali. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, yang mengembangkan potensi ekowisata.
Desa Mriyan yang berada di kaki Gunung Bibi, lereng sisi timur Gunung Merapi ini, dikenal sebagai penghasil komoditas pertanian bunga mawar. Selain itu, potensi alam yang masih cukup perawan, berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata, terlebih mengingat desa ini berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
Kepala Desa Mriyan Suwandi mengatakan, program pengembangan desa ekowisata nantinya akan mengeksplorasi potensi alam yang ada di Mriyan. Sejumlah potensi wisata alam seperti asrinya panorama lereng pegunungan, tebing-tebing ekstrim seperti tebing Gupak, batu lapak, batu apit, hingga grojokan indah Suroloyo, layak jual untuk wisata jika dikelola dengan baik.
Sebagai langkah awal, pihaknya sudah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).Selain itu, sejak awal masyarakat Mriyan juga sudah menyatakan penolakan masuknya galian C di wilayah desa mereka. Sehingga desa yang berada sekitar 4,5 km dari puncak Merapi itu, keasriannya masih terjaga.
Khusus untuk bunga mawar, menurut Suwandi, desanya sejak dulu dikenal sebagai produsen bunga mawar selain produk pertanian lainnya seperti sayuran dan tembakau. Sehingga, bagi pengunjung, sejak masuk ke wilayah desa, yang berjarak sekitar 17 km dari Kota Boyolali itu, sudah langsung disuguhi pemandangan bunga mawar yang ditanam di hampir seluruh halaman rumah warga.
“Bunga mawar Mriyan ini sudah terkenal, biasanya untuk memasok kebutuhan menjelang tradisi sadranan,” kata Suwandi.
Untuk pengembangan ekowisata, saat ini selain menata dan mengembangkan bunga mawar yang sudah ada, pihaknya juga mulai mengembangkan varietas bunga jenis lainnya, yakni bunga krisan. Bahkan, saat ini sudah ada 8.000 bibit bunga krisan yang ditanam dan dikelola oleh  Kelompok Tani Wanita di Dukuh Montong.
“Bunga krisan mulai kami kembangkan, siapa tahu cocok dan mendukung ekonomi warga,” ujar dia.
Salah satu anggota KWT Dukuh Montong, Sutarti (28) mengatakan budidaya bunga krisan ini dilakukan dengan serius. Setiap hari, anggota KWT secara terjadwal bertugas menyiram tanaman dan setiap hari Rabu melakukan penelitian perkembangan tanaman bunga krisan.
“Kami optimis bisa dikembangkan dan harganya kan lebih mahal dari bunga mawar. Selain itu peruntukkannya tidak hanya untuk sadranan, tetapi lebih luas seperti untuk dekorasi atau karangan bunga,” kata Sutarti optimis. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top