PETANI TEMBAKAU ASEPAN BERHARAP CUACA MEMBAIK

PETANI TEMBAKAU ASEPAN BERHARAP CUACA MEMBAIK
Posted in Headline
Posted on: May 30th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu, membuat petani tembakau asepan kurang bergairah menyambut musim tanam tahun ini. Kondisi ini diperkirakan penanaman bibit tembakau asepan tahun ini merosot dibandingkan tahun sebelumnya.
Kurangnya gairah petani tembakau asepan ini cukup terlihat dari minimnya pemesanan bibit tembakau saat ini. Menurut Didik (29), penjual bibit tembakau warga Dukuh Glagahan, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono, saat ini pesanan masih sangat minim.
Biasanya menurut dia, selama musim tanam dia bisa menerima pesanan hingga 60.000 bibit. Namun hingga saat ini, dirinya baru melayani 30.000 pesanan saja. Kondisi musim kemarau yang masih saja turun hujan deras, menjadi salah satu faktor utama petani enggan bertanam tembakau.
“Kondisinya seperti ini, petani masih trauma gagal panen seperti tahun kemarin yang kemarau basah,” ungkap dia.
Padahal sebelumnya, Didik mengaku sempat bergembira lantaran kondisi cuaca sudah jarang hujan dan sudah mulai masuk musim kemarau. Dia pun bersemangat menyemaikan benih tembakau di lahan orang tuanya yang ada di Desa Jenengan, Kecamatan Sawit untuk dijual ke petani. Biasanya, banyak petani di wilayah Sawit yang bertanam tembakau jenis asepan saat musim kemarau. Namun kenyataannya, musim ini harapan Dodik meleset karena tanda-tanda berlangsungnya kemarau basah kembali tahun ini.
“Banyak petani yang was-was, karena seharusnya sudah kemarau kok turun hujan deras. Yang sudah menanam pun khawatir gagal panen, yang belum akhirnya takut menanam,” kata dia.
Salah satu petani tembakau, Sudarsono yang juga perangkat Desa Bendosari, Kecamatan Sawit membenarkan tajun lalu saat kemarau basah petani merugi hingga puluhan juta. Namun menurut Sudarsono, tahun ini dirinya tidak kapok dan tetap akan menanam tembakau lagi. Bahkan menurut dia, dirinya sudah menyewa 10 petak lahan milik Pemdes Bendosari untuk bertanam tembakau.
“Masalahnya saat ini sulit mendapatkan tenaga penggarap,” kata dia.
Meski saat ini tanda-tanda masih turun hujan, namun Sudarsono berharap kondisi cuaca membaik dan menguntungkan petani tembakau. Apalagi tahu sebelumnya dia merugi puluhan juta akibat tanaman tembakaunya banyak yang mati akibat diguyur hujan terus menerus. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top