PERTUMBUHAN INOVASI TEKNOLOGI DI BOYOLALI SANGAT PESAT

PERTUMBUHAN INOVASI TEKNOLOGI DI BOYOLALI SANGAT PESAT
Posted in Headline
Posted on: May 17th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Pertumbuhan penduduk produktif yang tinggi seringkali menimbulkan pemasalahan sosial yang berhubungan dengan ketenagakerjaan. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, bangsa membutuhkan strategi dan inovasi yang tepat. Hal tersebut disampaikan salah satu juri lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat SMA dan sederajat, Supriyadi dalam pembukaan lomba di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali, Rabu (17/5). “Dengan semakin banyaknya usia produktif kalau tidak dipersiapkan dengan inovasi teknologi akan menghadapi problem sosial yang ada hubungan dengan ketenagakerjaan,” terang pria yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) ini.

Mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Supriyadi menyatakan Boyolali merupakan salah satu Kabupaten inovatif di Jawa Tengah. “Boyolali kecepatan inovasi teknologinya cukup bagus dibanding beberapa daerah lain. Saya mengikuti perkembangan inovasi siswa SMA/SMA/MA di Boyolali ini semakin kreatif dari tahun ke tahun ada perubahan,” imbuh Supriyadi. Hal tersebut disampaikan berdasar adanya inovasi dan kreatifitas jenis karya yang pernah dilombakan, tidak diajukan lagi pada perlombaan lainnya.

 Selaku tim penilai pihaknya berharap perlombaan yang akan digelar dua hari hingga Kamis (18/5) ini dimanfatkan dan membawa dampak langsung bagi masyarakat. Adapun jenis karya yang diajukan lomba yang disajikan ini harus dapat diaplikasikan dengan mudah dan tidak muluk-muluk serta mudah dikerjakan.

 Mengamini, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dalam sambutan pembukaannya menyampaikan lomba yang menciptakan inovasi ini dapat melahirkan lapangan kerja di Boyolali. “Melalui lomba bagaimana tidak lagi berpikir di ibukota. Atas inovasi ini mampu melahirkan lapangan kerja di Boyolali yang mampu membuka wawasan wacana dalam mengembangkan Boyolali,” terang Wabup Said.

 Di tempat yang sama, Kepala Dispermades Kabupaten Boyolali, Purwanto menyampaikan, lomba yang dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan memunculkan TTG unggulan. “Melalui lomba diharapkan mampu memunculkan TTG unggulan yang dihasilkan dari pelajar sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” terangnya.

 Lomba yang dinilai dari bobot kreatifitas, metodologi rancang bangun, kebermanfaatan dan cara penyampaian gagasan ini dibedakan menjadi dua kategori yakni kategori SMA/MA dan kategori SMK. Bagi yang meraih juara I hingga III pada setiap kategori berhak memperoleh hadiah berupa piagam, piala dan uang pembinaan. Untuk juara I berhak memperoleh uang sebesar Rp 2,5 juta, Rp 2 juta bagi jaura II dan Rp 1,5 juta bagi juara III.

 Salah satu peserta lomba, SMK Bhinneka Karya Simo yang berpartisipasi dalam lomba membuat karya berupa alat pengusir hama tikus tenaga surya. Inovasi yang dibuat untuk memecahkan permasalahan hama tikus. “Alat ini untuk memecahkan permasalahan hama tikus baik pertanian, rumah dan perkebunan,” terang Indra Cahyono selaku pembimbing. Pihaknya mengatakan alat yang dirakit para siswa ini dapat difungsikan di rumah menggunakan listrik maupun di luar rumah dengan cahaya matahari. Alat terebut jika difungsikan di tempat terbuka menggunakan tenaga surya yang tersimpan baterai.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top