PENTAS WAYANG TUJUH HARI TUJUH MALAM “BHARATAYUDHA” DIMULAI

PENTAS WAYANG TUJUH HARI TUJUH MALAM “BHARATAYUDHA” DIMULAI
Posted in Agenda
Posted on: October 3rd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Untuk kali kedua setelah tahun 2016 lalu, pertunjukan wayang kulit tujuh malam dengan serial Bharatayudha kembali digelar. Sebanyak tujuh dalang asal Boyolali membawakan lakon dalam pentas wayang kulit yang akan digelar di Taman Safari Indrokilo, Mojosongo, dari Senin (2/10) hingga Minggu (8/10).

Lakon pertama Kresno Dutho dibawakan Ki Warjito Kliwir asal Ngemplak secara resmi membuka pentas kesenian yang sekaligus sosialisasi keberadaan Kebun Raya Indrokilo. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto dalam sambutan laporannya.

“Wayang kulit tujuh malam sampai nanti tanggal 8 Oktober 2017 dengan tujuan nguri-uri budaya dan memberi hiburan kepada masyarakat dan sosialisasi pembangunan Kebun Indrakila,” terangnya dalam bahasa Jawa.

Pada hari kedua, Selasa (3/10) dalang Ki Jungkung Darmoyo asal Sawit membawakan lakon Bismo Gugur. Kemudian hari ketiga, Rabu (4/10) menampilkan Ki Suratno asal Ngemplak dengan lakon Ranjapan (Abimanyu Gugur).

Sementara Bupati Boyolali, Seno Samodro berharap gelaran wayang ini menjadikan wilayah Mojosongo menjadi lebih ramai. “Saya pilih Indrakila biar Mojosongo semakin moncer,” ungkap Bupati Seno yang dilanjutkan dengan penyerahan tokoh wayang Kresna kepada dalang Warjito.

Adapun untuk hari keempat, Kamis (5/10) dalang Ki Joko Sartono dari Musuk membawakan lakon Suluhan (Gatotkaca Gugur). Kemudian Ki Raharjo (Purbo Carito) asal Sambi dengan lakon Durno Gugur akan mengisi pada hari kelima, (Jumat (6/10). Untuk pentas keenam, Sabtu (7/10) ditampilkan Ki Suryanto asal Karanggede dengan lakon Jambaan (Karno Tanding). Sementara sebagai lakon penutup pada Minggu (8/10) menamampilkan Ki Haji Joko Sunarno asal Karanggede dengan lakon Duryudono Gugur (Rebahan). (mjk/dst)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top