PENGENDARA DILARANG BERI UANG KE PENGAMEN DAN PENGEMIS DI JALAN RAYA

PENGENDARA DILARANG BERI UANG KE PENGAMEN DAN PENGEMIS DI JALAN RAYA
Posted in Informasi
Posted on: January 20th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Pemkab Boyolali mengkaji perlunya aturan yang melarang masyarakat memberikan uang ke pengamen maupun pengemis, terutama yang mangkal di persimpangan jalan raya. Langkah ini dilakukan berkaitan dengan ketertiban umum di Boyolali, salah satunya seperti yang disampaikan secara tegas Bupati Boyolali, Seno Samodro, bahwa Boyolali bebas pengamen, pengemis, dan gelandangan.
Kepala Dinas Perhubungan Boyolali, Bony Facio Bandung mengungkapkan, keberadaan pengamen, pengemis, dan gelandangan, di persimpangan-persimpangan jalan, justru mengganggu ketertiban lalu lintas.
Meski sudah rutin dilakukan penertiban, terutama oleh jajaran Satpol PP dan instansi terkait, namun keberadaan mereka tidak menjadi hilang. Sebaliknya, setelah razia penertiban dilakukan Satpol PP, banyak dari mereka yang kembali mangkal di persimpangan-persimpangan jalan.
Sehingga menurut Bony, perlu keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban umum. Termasuk di antaranya untuk menanggulangi keberadaan pengamen, pengemis, dan gelandangan yang sering mangkal di persimpangan jalan, dengan tidak memberikan uang kepada mereka.
“Harapannya masyarakat juga ikut aktif menjaga ketertiban, termasuk tidak memberikan uang kepada mereka,” ungkap Bony.
Bahkan Bony menyatakan pihaknya berencana untuk menetapkan larangan pemberian uang tersebut. Terkait ini, menurut Bony, pihaknya sudah melakukan studi banding ke Yogyakarta, yang sudah menerapkan larangan yang dimaksud.
Hasil studi banding tersebut menurut dia, akan digunakan untuk merealisasi penerapan aturan yang sudah ada di Boyolali, yakni Perda Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Ketertiban Umum. Tentunya, penerapan ketentuan itu dibarengi dengan upaya-upaya sosialisasi, termasuk penyediaan baliho yang berisi imbauan tersebut.
“Sudah kami anggarkan untuk media sosialisasi. Nanti akan dipasang di titik-titik persimpangan yang kerap dijadikan mangkal pengemis, pengamen, dan gelandangan,” jelas dia.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Sosial Boyolali, Purwanto, upaya pembinaan bagi pengamen, pengemis, dan gelandangan dilakukannya bekerja sama dengan Satpol PP. Hanya saja diakuinya, setelah banyak yang terjaring razia, kenyataannya banyak yang kembali ke jalan. Sehingga pihaknya mendukung adanya aturan yang melarang tegas masyarakat yang hendak member uang kepada mereka.
“Kalau memungkinkan adanya Perda terkait larangan itu,” papar dia.
Bupati Boyolali Seno Samodro dengan tegas sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk membuat aturan teknis serta pengumuman terkait larangan pemberian uang kepada kaum peminta-minta. Selain merusak citra kota dan membentuk mental yang buruk, menurut Bupati, uang yang diberikan kepada mereka justru tidak faedah lantaran sering digunakan untuk membeli minuman keras.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top