Penataan Kawasan Kumuh, Baben Dipercantik Rp 500 Juta

Posted in Informasi
Posted on: July 25th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Upaya penataan kawasan kumuh, terutama di wilayah perkotaan terus dilakukan pemerintah. Tahun ini, wilayah yang teridentifikasi kumuh di Boyolali, yakni kawasan Baben, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, akan dipercantik dengan anggaran sekitar Rp 500 juta.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Boyolali, Nur Kamdani, Selasa (25/7). Menurut Khamdani, alokasi anggaran tersebut merupakan dana bantuan APBN 2017 melalui program kota tanpa kumuh (Kotaku).
“Program Kotaku ini ditargetkan hingga 2019. Untuk tahun ini satu desa yang akan dilakukan penataan dan dipercantik. Selanjutnya nanti bertahap,” ungkap Khamdani.
Penataan kawasan kumuh ini tegas dia, menjadi salah satu komitmen Pemkab Boyolali. Saat ini, bersama DPRD setempat, Pemkab tengah menghitung alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk penataan tersebut, sehingga penataan kawasan kumuh tidak hanya mengandalkan dana dari pusat saja.
Setidaknya terdapat 13 titik lokasi yang akan menjadi sasaran penataan. Hanya saja menurut Khamdani, besaran angka yang diperlukan belum dipastikan lantaran tengah dihitung secara rinci bersama DPRD.
Kepala Dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP) Boyolali, Hendrarto Setyo Wibowo, menambahkan, terdapat 13 desa dan satu kelurahan di Boyolali yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.
“Ada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Boyolali Kota, Teras, Banyudono, Sawit, dan Ngemplak. Sedangkan total luasannya mencapai 48,61 hektare,” jelas dia.
Desa-desa yang masuk dalam identifikasi antara lain, Desa Karanggeneng, kecamatan Boyolali Kota; Desa Doplang dan Teras, Kecamatan Teras; Desa Tegalrejo, Jatirejo dan Karangduren, Kecamatan Sawit; Desa Banyudono dan Kuwiran, Kecamatan Banyudono; serta Desa Ngresrep, Gagaksipat, Donohudan, Sawahan dan Giriroto, wilayah Kecamatan Ngemplak.
“Penataan kawasan kumuh ini sudah menjadi komitmen kami, sudah kami ajukan anggarannya untuk APBD 2016 nanti,” terang Hendrarto. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top