PENANGGULANGAN PGOT, DINSOS BANGUN RUMAH SINGGAH

Posted in Informasi
Posted on: August 14th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Selain upaya penertiban yang dilakukan Satpol PP serta instansi terkait lainnya, Pemkab Boyolali juga akan membangun rumah singgah untuk menyelesaikan permasalahan pengemis, gelandangan, dan orang terdaftar (PGOT).
Rumah singgah tersebut akan dibangun Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, dan direncakan akan digunakan sebagai tempat penampungan PGOT, utamanya yang terjaring razia, sebelum dikirimkan ke panti untuk rehabilitasi.
Rencana pembangunan rumah singgah tersebut setidaknya dimulai dengan penyusunan detail engineering design (DED) bangunan. Menurut Kepala Dinsos Boyolali, Sugiyanto, penyusunan DED rumah singgah tersebut diajukan dalam anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD P) 2017 senilai Rp 45 juta.
“Untuk pembangunannya tahun depan senilai Rp 3,3 miliar,” ungkap Sugianto, Senin (14/8).
Keberadaan rumah singgah ini diperlukan agar penanganan PGOT lebih manusiawi. Selain itu, berdasarkan yang terjadi selama ini, meski rutin dilangsungkan razia, namun para PGOT ini justru tidak berkurang. Tak hanya itu, muka-muka lama pun seringkali masih ikut terjaring.
Biasanya, usai razia dilakukan, PGOT yang terjaring langsung dibawa ke panti sesuai kebutuhan, seperti panti asuhan, panti rehabilitasi sosial, balai pelatihan kerja, hingga rumah sakit jiwa. Hanya saja dimungkinkan PGOT tersebut justru lari dari panti rehabilitasi tersebut. Guna mengantisipasi persoalan sosial ini, perlu adanya penanganan khusus yang bisa dilakukan di rumah singgah nanti.
“Sebelum dikirimkan ke panti, perlu penanganan yang serius dan manusiawai. Rumah singgah yang akan dibangun nanti berkapasitas 50 kamar,” jelas dia.
Pembangunan rumah singgah tersebut direncanakan dibangun di bekas kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan, Singkil, Desa Karanggedeng. Langkah ini dilakukan mengingat di bekas kantor tersebut, sebagian besar gedung yang ada saat ini masih bisa dimanfaatkan.
Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang, Dinas Sosial Boyolali, Dadut Setyadi menambahkan, keberadaan rumah singgah diperlukan mengingat selama ini PGOT yang terjaring razia terus meningkat. Setidaknya saat razia tim terpadu Februari kemarin, sembilan orang terjaring dan sebagian dipulangkan ke keluarganya, dan sebagian lainnya dikirim ke panti.
Senada, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan perlunya rumah singgah tersebut. Menurut Joko, selama ini pihaknya menghadapi kendala usai melangsungkan operasi dengtan sasaran PGOT.
“Kendalanya sebelum dikirim ke panti, mau dikemanakan PGOT yang terjaring ini,” imbuh dia. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top