PEMKAB BOYOLALI JAMIN PUPUK CUKUP HINGGA AKHIR TAHUN 2016

PEMKAB  BOYOLALI JAMIN PUPUK CUKUP HINGGA AKHIR TAHUN 2016
Posted in Informasi
Posted on: December 6th, 2016 Oleh Administrator

BOYOLALI  ( Humas ) Hingga akhir tahun 2016 , Pemkab Boyolali melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan / Dispertanbunhut  jamin  ketersediaan pupuk cukup untuk memenuhi kebutuhan petani  di Boyolali.  Kepala  Dispertanbunhut Kabupaten Boyolali Ir Bambang Purwadi melalui Kepala kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan perlindungan  tanaman  , Ibnu Sutopo Senin (5/12) menjelakan, “Ketersedian pupuk cukup di kota susu ini artinya, ketersediaan pupuk yang ada di gudang  maupun pengecer  pupuk masih mencukupi hingga akhir bulan Desember 2016 mendatang.  Jadi semua jenis pupuk mulai pupuk Urea, phonska, ZA, dan pupuk organik  di gudang dan pengecer masih banyak dan mencukupi hingga akhir tahun 2016.” Tegas Ibnu Sutopo.  Selain kondisi pupuk aman dan mencukupi juga bisa dilihat dari kelancaran arus distribusi artinya distribusi pupuk sesuai dengan pagu  alokasi di masing masing  kecamatan. Untuk itu pihaknya meminta petani di Boyolali untuk  tidak khawatir  terkait ketersediaan pupuk.  Meski demikian Ibnu Sutopo meminta  petani di Kabupaten Boyolali untuk menggunakan  pupuk secara berimbang  dan tidak berlebihan artinya tidak menggunakan urea melulu tetapi juga menggunakan pupuk yang lain seperti  phonska , Za dan pupuk organik . Apalagi pada musim  penghujan seperti saat ini sangat tepat untuk menggunkan pupuk berimbang . ” Dengan  menggunakan Pupuk berimbang pada tanaman padi,  hasil panennya lebih maksimal.”  ujarnya. Namun jika menggunkan pupuk urea berlebihan akan berdampak tanaman padi mudah terserang organisme pengganggu tanaman seperti wereng  dan hama pengerak batang .

Ibnu Sutopo juga meminta  petani  untuk  mewaspai adanya peredaran  pupuk palsu di lapangan . Biasanya  pupuk palsu itu menurut Ibnu Sutopo dijual lebih murah,  dijual secara keliling kepada petani langsung  di  pelosok pedesaan tanpa ijin, serta  pupuk palsu  tidak mengandung  unsur N, P dan K . “ Jadi pupuk palsu itu kalau ditebar di lahan tanaman padi tidak ada efeknya karena tidak mengandung unsur – unsur  atau zat penyubur tanah seperti unsur N, P dan K seperti yang terkandung pada pupuk asli  buatan pabrik.“ tandasnya.  Sementara untuk mengantisipasi qouta pupuk di Boyolali tidak keluar ke daerah lain , Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida / KP3 terus melakukan pengawasan super ketat di daerah perbatasan dengan Kabupaten lain. “ Di wilayah Boyolali utara seperti Juwangi yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan, Kecamatan Andong  berbatasan dengan kabupaten Sragen mendapat prioritas pengawasan ketat dari KP3 “ ungkapnya.  Pihaknya berharap kepada  siapapun untuk tidak menjual pupuk ke daerah lain karena melanggar aturan dan bisa didenda hingga Rp250 juta serta ancaman pidana selama 5 tahun penjara.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top