PEMKAB BOYOLALI CARIKAN SOLUSI BAGI PETERNAK AYAM

PEMKAB BOYOLALI CARIKAN SOLUSI BAGI PETERNAK AYAM
Posted in Informasi
Posted on: March 23rd, 2017 Oleh Administrator

 BOYOLALI – Setelah menggelar aksi damai dengan menyebar ribuan ayam, Rabu (22/3) kemarin, ratusan peternak ayam pedaging atau ayam jantan tradisional di Boyolali masih menunggu langkah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat. Dalam aksi damai kemarin, peternak juga menyampaikan aspirasi dengan beraudiensi dengan Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Boyolali menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Disinggung mengenai langkah yang telah ditempuh Pemkab, Wabup menyampaikan tanggapannya di gedung DPRD Boyolali, Kamis (23/3). Disnakkan seperti yang disampaikan Wabup telah menganalisanya masalah ini. “Setelah dibahas bersama dan kita tampung aspirasi, Disnakkan akan menganalisa dalam menentukan langkah dan solusi,” terang Wabup Said.  Pihaknya juga kan mencari permasalah ini akan menjadi kewenangan di tingkah Kabupaten, Provinsi atau Pusat.

Wabup menjanjikan akan membantu memecahkan solusi peternak ayam ini dilakukan sebaik-baiknya dan secepatnya. Akan dipelajari mengenai aturan serta akan mengecek ulang dinas terkait. Untuk itu Wabup meminta peternak membantu data informasi yang dibutuhkan Disnakkan melalui pendataan yang dilakukan sebagai langkah perlindungan kepada peternak rakyat. “Akan diketaui mana yang disebut kartel, mana yang disebut peternak rakyat,” imbuh Said.

Dimintai tanggapannya salah satu peternak di Boyolali, Prakoso mengharapkan pemerintah bisa membuat peraturan yang bisa memihak peternak rakyat. “Pemerintah kalau bisa mengatur regulasi terkait perusahan besar yang menguasai sektor usaha hulu ke hilir,”  harap peternak asal Sawit ini.

Selain itu ia juga mengatakan saat ini perusahan besar juga punya peternakan yang dikelola sendiri, bahkan juga turut memasarkan. Hal ini membuat stok ayam menjadi berlebihan (over) dan dapat dipastikan harga menjadi anjlok.

“Jika perusahaan besar memproduksi pakan sendiri dan juga ikut beternak, maka peternak rakyat akan hancur. Harga menjadi murah terus nombok,” pungkas Prakoso.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top