PEMANDU GUNUNG MERAPI – MERBABU PERLU SERTIFIKAT KOMPETENSI

PEMANDU GUNUNG MERAPI – MERBABU PERLU SERTIFIKAT KOMPETENSI
Posted in Artikel
Posted on: April 27th, 2017 Oleh Administrator
 BOYOLALI : Tingginya minat wisatawan, terutama dari mancanegara yang datang mendaki ke Gunung Merapi-Merbabu, perlu disikapi para pemandu (guide) maupun porter dengan kinerja yang professional. Para pemandu gunung dan porter Merapi-Merbabu perlu untuk mendapatkan sertifikasi profesi sesuai standar kompetensi internasional.
Terkait ini, puluhan pemandu dan porter jalur pendakian Merapi-Merbabu, mendapatkan pelatihan dasar (Diksar) yang diselenggarakan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), menggandeng Kementerian Pariwisata.
Pelatihan selama dua hari hingga Kamis (27/4) tersebut, sebanyak 40 orang pemandu gunung dilatih berbagai kemampuan dasar. Pelatihan di antaranya meliputi teknik berkegiatan alam bebas, seperti navigasi darat , survival dasar, SAR, tali temali, pertolongan pertama gawat darurat, hingga material manajemen kepemanduan gunung.
“Harapan kami, para pemandu gunung bisa memberikan pelayanan yan professional untuk wisatawan yang hendak mendaki Merapi atau Merbabu,” ungkap Ketua Panitia Diksar, Fajar Endarto.
Dengan bekal pelatihan dasar ini, para pemandu tersebut akan diarahkan untuk memiliki sertifikasi kompetensi kemampuan professional pemandu gunung. Uji kompetensi lanjut dia, akan diselenggarakan Badan Nasional Standarisasi Profesi, yang direncanakan digelar pada Juli mendatang di Magelang.
Lebih lanjut terkait sertifikasi kompetensi, menurut Fajar sangat diperlukan, selain untuk meminimalisi kecelakaan saat pendakian, juga menjadikan pemandu bukan sekedar penunjuk jalan saja, melainkan menjadi rekan seperjalanan bagi wisatawan yang menggunakan jasa mereka.
Sehingga, selain harus mumpuni kemampuan teknik pendakian, pemandu juga harus bisa menguasai teknik guiding, yaitu pelayanan mulai dari penjemputan di bandara, akomodasi, kegiatan pendakiannya, hingga mengantarkan pulang ke bandara lagi.
Di sisi lain, pemandu juga harus menguasai kemampuan selain teknik pendakian, di antaranya materi intrepestasi vulkanologi Merapi, flora dan fauna yang ada, hingga urban legend yang berkembang di masyarakat setempat.
Sehingga menurut Fajar, seorang pemandu tak hanya bertugas membawa wisatawan ke tujuan dan pulang dengan selamat, namun juga bisa menjelaskan banyak hal berkaitan apa yang ada di obyek-obyek wisata secara detail.
“Salah satu kode etik, pemandu professional tidak boleh mengatakan tidak atau saya tidak tahu kepada wisatawan. Tetapi bisa menjelaskan apa saja, missal batuan apa, ketinggian berapa, hingga pada cerita urban legend yang ada,” imbuh Fajar.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top