PEMANDANGAN UMUM FRAKSI TERHADAP RANCANGAN APBD 2017

PEMANDANGAN UMUM FRAKSI TERHADAP RANCANGAN APBD 2017
Posted in Headline, Informasi
Posted on: November 29th, 2016 Oleh Administrator

BOYOLALI – Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali 2017 disampaikan Fraksi pada Rapat Paripurna di Ruang Sidang, Kator DPRD Kabupaten Boyolali, Senin (28/11). Rapat Paripurna dihadiri Wakil Bupati M Said Hidayat, Ketua DPRD Paryanto, para Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD Boyolali, Forkopimda serta sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Boyolali.

Ketua Fraksi Amanat Bangsa dan Demokrat (ABAD), Musthofa Syafawi, menyoroti penurunan dua jenis pendapatan yakni pos retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah. Retribusi daerah ditarget menurun Rp1,67 miliar dibandingkan APBD 2016 sedangkan lain-lain PAD yang sah ditarget turun hingga Rp2,63 miliar. “Kami jelas mempertanyakan kenapa target harus dibuat menurun? Kemudian objek pungutan apa saja yang berpotensi menurun?” kata Musthofa.

Fraksi Partai Golkar (FPG) juga mempertanyakan hal yang sama. Perencanaan pendapatan daerah tidak dibarengi dengan peningkatan PAD yang hanya dipatok senilai Rp 251,077 miliar. Nilai ini menurun dari target tahun 2016 senilai Rp 273,242 miliar bahkan lebih rendah dari realisasi tahun 2015 sebesar Rp 260,633 miliar.

Sementara Pandangan umum dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang disampaikan melalui juru bicaranya, Suyud Turyono, menyayangkan jika kemampuan anggaran daerah yang dirancang pemerintah Kabupaten Boyolali untuk 2017 mengalami penurunan terangnya.

” Derajad desentralisasi fiskal hanya 9,5% menurun dari APBD Perubahan 2016 yang bisa mencapai lebih dari 11%. Bahkan pada tahun 2013, angka DDF bisa mencapai lebih dari 13%. Sama halnya untuk DOF tahun 2017 hanya 13,57%, turun dari APBD Perubahan 2016 sebesar 14,88% dan menurun lebih drastis lagi dibandingkan realisasi DOF tahun 2015 yang mencapai 17,63%,” papar Suyud ”

Menurut FPDI Perjuangan, penurunan kemampuan keuangan daerah tercermin dari penurunan target pendapatan dan PAD tahun 2017 dibandingkan APBD Perubahan 2016. “Padahal sejak tahun 2012-2015 target pendapatan selalu mengalami kenaikan,” kata Suyud.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boyolali, Syawaludin, mengakui ada beberapa pos target khususnya pendapatan yang dibuat menurun atau lebih rendah dari angka-angka pada APBD Perubahan 2016. “Nanti ikuti proses pembahasan di legislatif. Biasanya akan ada revisi dan mereka selalu menuntut kenaikan target. Kalau memang target-target yang kami susun harus dinaikkan atau bahkan lebih tinggi dibanding 2016, kami siap,” ujar Syawaludin

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top