PANDANGAN UMUM EMPAT RANPERDA DAN DUA RANPERDA INISIATIF

PANDANGAN UMUM EMPAT RANPERDA DAN DUA RANPERDA INISIATIF
Posted in Informasi
Posted on: February 15th, 2018 Oleh Administrator

BOYOLALI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali, Kamis (15/2) kembali gelar Rapat Paripurnadalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi atas empat Ranperda dari Bupati Boyolali kepada DPRD Kabupaten Boyolali. Penyampaian Pendapat Bupati, Pengumuman dan Penetapan Panitia Khusus (pansus) enam Ranperda setelah digelar rapat pada Senin (12/2) kemarin.

Lima fraksi DPRD Kabupaten Boyolali yakni Fraksi PDIP,  Fraksi GolkarFraksi Gerindra, Fraksi AmanatBangsa dan Demokrat, dan Fraksi PKS menyampaikan pandangan masing – masing.

Salah satunya Fraksi Golkar yang disampaikan melalui juru bicaranya, Hanung Kusuma Prabowo, menyorotiranperda mengenai Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Boyolali menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Boyolali (Perseroda). Fraksi dari partaiberlambang pohon beringin ini mempertanyakan seberapa besar Bank Boyolali dapat mengakses atau bekerjasama dengan pihak terkait untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka peminjaman modal yang mudah dan murah bagi UMKM.

 

“Peran dan fungsi perseroda adalah menjalankan perekonomian daerah dalam hal ini sektor UMKM adalah ladang harapan yang sangat penting di Kabupaten Boyolali,” terangnya.

 

Lain pula dengan Fraksi PKS yang menekankan pada ranperda mengenai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Melalui Slamet Widodo yang bertindak sebagai juru bicara Fraksi PKS, mempertanyakan perangkat hukum atau regulasi yang digunakan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pelindung masyarakat serta bagaimana pola kerjasama antara Pemda dan MUI dalam memberikan label halal.

 

“Bahwa bertanggung jawab Pemda untuk melindungi masyarakat dalam bidang kesehatan melalui kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan dengan mengamankan hewan dan mewujudkan produk hewan yang sehat dan halal,” jelasnya.

 

Sementara itu Bupati Boyolali dalam sambutannya, yang dibacakan Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayatmenyampaikan mengenai dua ranperda inisiatif DPRD. Salah satu yang paling ditekankan yakni ranperdatentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Ampera.

 

Bupati menyambut baik atas usulan ranperda ini karena menurutnya respon yang sangat cepat menyikapi perkembangan regulasi yang ada.

 

“Keberadaan PUDAM Tirta Ampera merupakan salah satu wujud jaminan dari Pemda dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yakni tersedianya air bersih,”

 

Dalam memenuhi fungsi tersebut sudah selayaknya PUDAM perlu ditunjang dengan adanya peraturan daerah tentang pendiriannya yang sesuai dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Sehingga Bupati mendukung ada perda yang menyesuaikan dengan sehingga tidak menimbulkan permasalah hukum di kemudian hari.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top