PAJAK BIDANG KULINER SUMBANG PAD YANG SIGNIFIKAN

Posted in Informasi
Posted on: May 12th, 2017 Oleh Administrator
 BOYOLALI : Perkembangan pasar kuliner di Boyolali semikin bergairah seiring dengan meingkatkan perekonomian masyarakat. Perkembangan pesat bidang kuliner tersebut, menjadi salah satu potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan.
Pendapatan dari pajak restoran tahun ini bahkan mencapai Rp 24 miliar. Angka ini termasuk tertinggi sebagai sumber pajak daerah. Bahkan hanya terpaut sekitar Rp 7 miliar dari pajak penerangan jalan umum (PJU) yang mencapai Rp 31 miliar.
Demikian dibenarkan Kabid Pajak Daerah, Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Bambang Sutanto, Rabu (10/5) kemarin. Bambang mengatakan pajak restoran termasuk merupakan sumber pajak daerah terbesar di Boyolali. Menurut dia, dari realisasi pajak sebelumnya, target Rp 24 miliar tersebut realistis sehingga pihaknya optimis bakal tercapai.
“Apalagi potensi kuliner di Boyolali terus berkembang pesat saat ini, sehingga kami optimis tercapai,” ungkap dia.
Pesatnya perkembangan kuliner di Boyolali, salah satunya terlihat dari banyaknya pusat-pusat kuliner yang tak pernah sepi pembeli. Selain itu, setiap tahunnya banyak investor yang masuk dan berinvestasi di bidang kuliner.
Kondisi ini tidak lepas dari mulai berkembangnya pariwisata di Boyolali maupun banyaknya event-event besar yang diselenggarakan di Kota Susu belakangan ini. Selain itu perkembangan ekonomi yang sangat tinggi, menyebabkan usaha kuliner pun ikut berkembang.
Di sisi lain, letak wilayah Boyolali yang berada di wilayah perbatasan dan persinggahan , menjadikan Boyolali cukup strategis dan berpotensi tinggi untuk investasi di bidang kuliner maupun jasa. Sehingga target pajak retoran yang dipatok saat ini menurut Bambang cukup realistis.
Pajak restoran ini juga diharapkan terus meningkat, sehingga dapat mendorong kemampuan sumber PAD secara signifikan untuk pembangunan di Boyolali. Disebutkan Bambang, PAD Boyolali ditetapkan sebesar Rp 260,59 miliar. Komposisinya antara lain terdiri dari pajak daerah sebesar 74,186 miliar dan retribusi daerah sebesar Rp 14,723 miliar, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 11,632 miliar. Selain itu juga terdapat pendapatan lain-lain yang sah, yang dipatok Rp 162 miliar. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top