PADUSAN PENGGING DIJADIKAN DESTINASI WISATA

PADUSAN PENGGING DIJADIKAN DESTINASI WISATA
Posted in Informasi
Posted on: May 25th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Tradisi padusan menyambut bulan puasa Ramadhan di Pengging, Kecamatan Banyudono dikemas menjadi paket distinasi wisata baru. Kegiatan tradisi yang selama ini berlangsung menjelang puasa itu, kali ini dikemas lebih menarik untuk menarik wisatawan.
Kemasan baru ini membuat tradisi padusan di Pengging tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Boyolali, tradisi padusan kali ini dirangkai lebih menarik, dengan menyertakan karnaval budaya, Kamis (25/5).
Diawali dari Aula Kecamatan Banyudono, karnaval budaya di antaranya diikuti sejumlah grup kesenian, seperti tarian topeng ireng duta seni Boyolali, grup musik drumblek, grup rebana, grup tari kuda lumping, reog, drumband, hingga batik karnival.
Karnaval dilangsungkan menuju kawasan Umbul Pengging dan langsung menuju Umbul Ngabeyan, tempat tradisi padusan digelar. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat beserta jajaran Forkompimda serta sejumlah pimpinan satuan kerja Pemkab Boyolali serta tokoh masyarakat.
Di Umbul Ngabeyan, prosesi padusan kemudian diawali dengan aksi tujuh putri yang mementaskan tarian berikut puji-pujian menyambut bulan puasa Ramadhan. Ketujuh putri tersebut kemudian secara simbolis masuk ke dalam Umbul Ngabeyan untuk membersihkan diri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi siraman Mas dan Mbak Boyolali. Prosesi siraman ini diawali oleh Wabup M Said Hidayat, kemudian dilanjutkan di antaranya oleh Kapolres, jajaran DPRD. Seperti halnya para putri yang mandi di umbul untuk membersihkan diri, Mas dan Mbak Boyolali tersebut juga kumkum di umbul untuk bersih diri.
Kepala Disporapar Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani mengatakan tradisi padusan yang selama ini menjadi budaya masyarakat Boyolali menyambut puasa Ramadhan, merupakan potensi pariwisata yang menarik jika dikemas dengan baik. Terkait ini, pihaknya pun berupaya menjadikan tradisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni mengemasnya menjadi satu paket destinasi pariwisata.
“Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama di Pengging Banyudono. Selain untuk meng-uri-uri budaya, kami mencoba untuk mengemasnya menjadi salah satu destinasi wisata religi di Boyolali,” papar Wiwis.
Wabup M Said Hidayat menegaskan, pengembangan pariwisata Boyolali merupakan salah satu visi misi Bupati Seno Samodro. Tradisi padusan menurut Wabup memiliki nilai yang tinggi, yakni membersihkan diri dalam menyambut bulan puasa. Di sisi lain, tradisi ini juga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata di Boyolali, utamanya wisata religi.


“Tak hanya wujud melestarikan budaya, sekaligus dikembangkan menjadi paket wisata religi,” imbuh dia. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top