OJK GELAR PERTEMUAN TAHUNAN PELAKU INDUSTRI JASA KEUANGAN 2017

OJK GELAR PERTEMUAN TAHUNAN PELAKU INDUSTRI JASA KEUANGAN 2017
Posted in Informasi
Posted on: February 9th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Perekonomian Indonesia pada tahun 2017, diyakini menunjukkan sinyal positif yang lebih kuat, dengan didukung permodalan perbankan saat ini, pertumbuhan angka kredit yang lebih tinggi masih terbuka. Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Solo, Laksono Dwionggo dalam Pertemuan Tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pelaku industri jasa keuangan 2017, di Pedopo Gede Boyolali, Kamis (9/2). “Apablia kondisi perekonomian global dan domestik menunjukkan sinyal lebih kuat, kami memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit 2017 dapat dicapai lebih tinggi dari tahun lalu, dan diperkirakan bisa mencapai kisaran 9-12 %,” terang Laksono.

 Kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan dan seluruh pelaku industri jasa keuangan di Solo Raya ini mengambil tema Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Agenda rutin tahunan ini akan disampaikan perkembangan sektor jasa keuangan dan langkah yang akan ditempuh OJK dalam meningkatkan peran sektor jasa keuangan yang inklusif sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih partisipatif.

 “Tahun 2017, meski diwarnai tantangan, OJK akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional tetap kuat dan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Laksono.

 Pertemuan Tahunan OJK yang digelar di Boyolali ini, diapresiasi oleh Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat. “Agenda tahunan ini seperti biasa dilakukan di Solo dan selalu dilakukan Solo, namun untuk pertama kali di luar Solo dan dilakukan di Boyolali,” ungkap Wabup.  Hal ini diharapkan menjadi dorongan energi positif bagi Boyolali, yang senafas dan senada dan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

 Dalam membangun dan mengembangkan Boyolali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Wabup Said meminta perlunya langkah percepatan dengan terus menjalin komunikasi dan koordinasi antar semua unsur salah satunya keberadaan jasa keuangan.

 Sebagai informasi di Kabupaten Boyolali pada tahun 2016 terdapat dua kantor cabang bank umum dan 48 kantor cabang pembantu bank umum serta tujuh kantor pusat BPR, 26 kantor cabang BPR dan 39 kantor kas BPR. Perkembangan kinerja perbankan di wilayah kabupaten Boyolali pada tahun 2016 diantaranya, aset perbankan tumbuh sebesar 19,29 %; kredit perbankan tumbuh sebesar 23,83 %; dan dana pihak ketiga perbankan tumbuh 10,73 %; serta non performing loan perbankan sebesar 2,66 %.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top