Meriah, Tradisi Sebaran Apem Pengging

Meriah, Tradisi Sebaran Apem Pengging
Posted in Informasi
Posted on: November 26th, 2016 Oleh Administrator
BOYOLALI : Ribuan masyarakat memadati tradisi ritual sebaran apem kukus keong mas Pengging, Kecamatan Banyudono, Jumat (25/11). Sebanyak 25.500 apem kukus keong mas yang disebar pada ritual kali ini.
Diawali dari Kantor Kecamatan Banyudono, gunungan apem kukus keong mas tersebut dikirab bersama para prajurit dan abdi dalem Keraton Surakarta. Selain itu, kirab juga diiringi dengan marching band  dan rombongan kelompok sadar wisata Banyudono.
Di sepanjang jalan menuju lokasi ritual yang ada di kawasan Majis Ciptomulyo, para pengunjung sudah memadati jalan untuk melihat kirab gunungan. Sementara di lokasi panggung, yang terdapat di depan Masjid Ciptomulyo, ribuan pengunjung sudah tak sabar menanti kedatangan kirab.
Selain dipusatkan di depan masjid, panggung lain juga didirikan di depan obyek wisata Tirto Marto. Kebanyakan mereka merupakan pengunjung yang hendak ngalap berkah.
Setelah didoakan terlebih dahulu di masjid, gunungan apem kukus keong mas tersebut segera dibawa baik ke atas panggung dan disambut sorak-sorai pengunjung. Di atas panggung, Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat, bersama jajaran Muspida, dan tokoh masyarakat, dengan sigap langsung melemparkan apem-apem tersebut ke arah pengunjung.
Kehebohan pun terjadi, saat apem mulai disebar. Pengunjung sontak mendekat dan menengadahkan tangan, ingin menangkap apem yang dilemparkan dari atas. Bahkan sebagian mereka membawa payung, alih-alih untuk berteduh dari hujan atau panas, payung tersebut dibalikkan untuk menangkap apem.
“Alhamdulillah dapat tiga, mau saya bawa pulang untuk ditanam di sudut sawah agar hasil panennya baik tahun ini,” tutur Siti (45), warga Banyudono.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati M Said Hidayat mengatakan sebaran apem keong mas ini sebagai wujud upaya menjaga dan melestarikan budaya nenek moyang. Selain itu dengan kegiatan ini pihaknya berharap ritual sebaran apem ini bisa dikembangkan dan bisa menjadi penggerak kemajuan pariwisata kawasan Pengging.
“Harus terus dilestarikan untuk kelestarian budaya dan memajukan pariwisata,” kata dia.
Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali, Mulyono Santoso menambahkan, ritual tradisi ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai obyek wisata di Boyolali, khususnya di wilayah Banyudono.
“Di sini kan wisatanya lebih pada wisata khusus yaitu wisata religi, banyak makam-makam leluhur ternama seperti R. Ng Yosodipuro, makam Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo, makam Handayaningrat, serta makam Padmonegoro,” jelas dia.
Sementara itu menurut Camat Banyudono, Rita Puspitasari menambahkan, tahun ini apem sebanyak 25.500 yang disebar, merupakan sumbangan dari masyarakat sekitar. Senada, Rita berharap berbagai kegiatan termasuk ritual apem tersebut, bisa mendongkrak pariwisata Banyudono dan mendorong kesejahteraan warga.
Tradisi sebaran apem kukus keong mas itu sendiri berawal sejak zaman R. Ng Yosodipuro pada saat pemerintahan Pakubuwono II. Yosodipurosendiri merupakan pujangga sekaligus ulama penyebar agama Islam yang berpusat di Pengging.()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top