MASJID SEBAGAI TEMPAT IBADAH YANG BERDAMPAK SOSIAL

MASJID SEBAGAI TEMPAT IBADAH YANG BERDAMPAK SOSIAL
Posted in Informasi
Posted on: January 29th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Lantunan shalawat dipanjatkan oleh grup rebana hadrah Assyafaah Karang Duwet, Boyolali mengiringi rangkaian acara peresmian Masjid Baitur Rahman di masjid setempat, Sabtu (28/1). Masjid berukuran 17 x 17 meter yang memiliki makna dan filosofi jumlah rekaat salat wajib yang harus dikerjakan umat Islam ini dibangun dengan maksud menyediakan tempat ibadah yang bisa menampung jamaah yang semakin bertambah.

Selain itu dengan adanya masjid ini diharapkan bisa berfungsi sebagai tempat kerukunan, yakni tempat ibadah yang berdampak sosial. Hal itu disampaikan salah satu Dewan Pembina Masjid, Habib Masturi, “Masjid itu sebagai tempat ibadah ritual yang harus berdampak sosial. Adanya masjid harus dimakmurkan, namun masyarakat sekitar masjid juga harus dimakmurkan,” terang Habib. Masjid juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk membahas persoalan yang ada di masyarakat.

Senada dengan Habib, Bupati Boyolali, Seno Samodro yang hadir dalam peresmian masjid ini mengatakan, ”Semoga masjid Baitur Rahman ini dapat bermanfaat bagi warga, tidak hanya untuk ibadah namun juga bisa digunakan sebagai tempat rapat RT atau rapat RW,” kata Bupati Seno. Bupati juga memberikan contoh atas keberadaan masjid Ageng di Kompleks Perkantoran Pemkab Boyolali itu juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. “Mau sunatan massal boleh, acara pernikahan juga boleh. Tidak perlu membayar, yang terpenting semua keperluan acara untuk dipersiapkan sendiri dan kalau sudah selesai harus bersih,” imbuh Seno.

Pada kesempatan itu juga diserahkan santunan pendidikan bagi 20 siswa oleh Bupati Boyolali. Siswa itu berasal dari warga sekitar masjid Baitur Rahman. Yang terdiri dari 10 siswa SD, tiga siswa SMP dan tujuh siswa SMA/SMK.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top