MANFAATKAN MOMENTUM TAX AMNESTY, SEBAGIAN ANGGOTA DEWAN SUDAH DEKLARASIKAN KEKAYAAN

 MANFAATKAN MOMENTUM TAX AMNESTY, SEBAGIAN ANGGOTA DEWAN SUDAH DEKLARASIKAN KEKAYAAN
Posted in Headline
Posted on: January 5th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Program pengampunan pajak atau Tax Amnesty (TA)  juga sudah dimanfaatkan sebagian anggota DPRD Boyolali. Hingga akhir tahun 2016 lalu, masyarakat Boyolali yang memanfaatkan program TA tersebut mencapai 700-an orang dengan uang tebusan total mencapai Rp 16 miliar.

Dengan dimotori Ketua DPRD, S Paryanto, sejumlah anggota dewan mendeklarasikan kekayaannya dan ikut program TA di Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Boyolali, Kamis (5/1). Meski mengikuti program TA di periode kedua, namun menurutnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi sejak awal dengan KKP Pratama.

“Komunikasi sejak lama dan bahkan sudah kami undang untuk menyosialisasikan program TA,” ungkap Paryanto.

Sejak awal, pihaknya sepakat akan mengikuti TA di tahap awal, sekalipun realisasinya baru selesai pada tahap kedua Desember kemarin. Selain dirinya, menurut Paryanto sebagian anggota dewan juga sudah mengikuti program TA. Selebihnya, pihaknya akan mendorong mereka untuk segera menyusul untuk ikut mendeklarasikan kekayaan dan ikut memanfaatkan TA ini.

“Meski bebas ikut atau tidak, tapi yang pasti manfaat TA ini sangat positif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta dan berperan aktif,” ujar dia.

Ketua KPP Pratama Boyolali, Budiyan  mengapresiasi dukungan anggota dewan, khususnya jajaran pimpinan DPRD ikut dalam program TA ini. Pihaknya berharap, apa yang dilakukan para wakil rakyat, yang notabene merupakan panutan masyarakat ini, dapat diikuti oleh warga kota susu lainnya.

Menurut Budiyan, pada tahap awal TA kemarin, jumlah wajib pajak yang memanfaatkannya baru sekitar 300-an. Namun jumlah tersebut melonjak pada tahap dua hingga akhir Desember kemarin, mencapai 700-an wajib pajak.

“Jumlah tebusan sudah mencapai Rp 16 miliar hingga akhir Desember,” terang dia.

Komposisi jumlah uang tebusan tersebut, diakui Budiyan mayoritas pada tahap awal. Meski jumlah wajib pajaknya lebih sedikit, namun nominal uang tebusannya lebih besar, mencapai sekitar Rp 10 miliar. Sekalipun demikian, pihaknya tidak menargetkan jumlah uang tebusan tersebut. Hanya pihaknya berharap partisipasi wajib pajak untuk memanfaatkan TA ini dapat meningkat. Setidaknya, program TA ini masih berlangsung hingga Maret mendatang.

Di sisi lain, jumlah pendapatan pajak yang diterima KKP Pratama Boyolali tahun ini diakui Budiyan belum memenuhi target. Hingga akhir tahun kemarin, nilai penerimaan pajak hanya sebesar Rp 430-an miliar, dari target Rp 541 miliar.

Menyikapi ini, diakui Budiyan kondisi perekonomian yang menurun cukup memberikan pengaruh signifikan. Setidaknya itu yang menimpa kalangan industri di Boyolali. Di tahun 2017 ini, Budiyan berharap perekonomian segera membaik dan penerimaan pajak dapat memenuhi target.

“Tapi untuk target kami belum mendapat keputusan dari Menteri Keuangan. Harapan kami tahun ini dapat terpenuhi,” imbuh dia.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top