MAMPU KENDALIKAN INFLASI, BOYOLALI SABET PENGHARGAAN TPID BERPRESTASI

MAMPU KENDALIKAN INFLASI, BOYOLALI SABET PENGHARGAAN TPID BERPRESTASI
Posted in Informasi
Posted on: August 1st, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Gelaran Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Rakornas TPID) VIII Tahun 2017 telah usai. Beberapa daerah terpilih sebagai pemenang gelar TPID Terbaik, Inovatif dan Berprestasi tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Penghargaan tertinggi tersebut diserahkan bagi daerah yang mampu mengendalikan inflasi sebagai wujud bukti penggerak sekaligus penjaga perekonomian bangsa. Boyolali sebagai salah satu daerah yang meraih gelar sebagai TPID Berprestasi tingkat Kabupaten/Kota untuk Wilayah Jawa. Diserahkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Sri Ardiningsih, Kamis (27/7) di Hotel Sahid, Jakarta.

 “Boyolali berhasil menyabet gelar sebagai TPID Berprestasi tingkat Kabupaten/Kota wilayah Jawa dengan program “Aplikasi KOMODITA dan Program Lahan Produktif, mampu mengendalikan inflasi Boyolali 2016,” terang Kasubbag Pelayanan Administrasi Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Boyolali, Novita Ekasari di kantornya, Selasa (1/8).

 Lebih lanjut Vita, sapaan akrab Novita menambahkan inflasi yang terkendali merupakan salah satu syarat dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil. Boyolali menjadi kabupaten dengan capaian inflasi cukup rendah di tahun 2016, yakni 2,65% (yoy). Presentase tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Tengah maupun nasional.

 “Prestasi TPID Boyolali ini tentunya tidak lepas dari peran pimpinan daerah dalam menggerakkan semua dinas terkait untuk bersinergi dalam mengatasi lonjakan harga pangan,” imbuhnya.

 Sebagai informasi, pada tahun 2016 Kabupaten Boyolali mengembangkan aplikasi bernama KOMODITA. Merupakan sistem aplikasi berbasis android bertujuan mengelola ekspektasi inflasi masyarakat melalui penyajian informasi mengenai stok dan harga pangan secara digital. Beberapa informasi yang tersedia meliputi informasi harga, tempat (map-based) dan jumlah komoditas pangan, pertanian, peternakan, perdagangan dan berbagai komoditas UMKM yang terupdate secara real time.

 “Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi asimetri informasi dari pasar dan dapat memetakan wilayah surplus dan defisit sehingga membantu pemerataan distribusi komoditas pangan,” ungkap Vita.

 Disingung mengenai langkah Bupati Boyolali dalam peningkatan produktivitas lahan, Vita dimaksudkan untuk menjaga kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan dalam rangka mendukung pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. “Bupati membuat terobosan guna mendorong peningkatan produktivitas lahan pertanian dengan inovasi kebijakan untuk mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan sehingga tidak akan dialihfungsikan,” pungkasnya. (mjk/dst).

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top