LELANG JABATAN, ASN BOYOLALI DIDORONG NAIKKAN LEVEL KOMPETENSI

LELANG JABATAN, ASN BOYOLALI DIDORONG NAIKKAN LEVEL KOMPETENSI
Posted in Informasi
Posted on: May 8th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Para pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) Boyolali diminta untuk aktif meningkatkan kualifikasi dan kompetensi masing-masing. Pasalnya, kualifikasi dan kompetensi ASN merupakan syarat utama jenjang karir jabatan dalam manajemen ASN.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Boyolali, Karsino, Senin (8/5). Menurut dia, apalagi saat ini Presiden Joko Widodo sudah meneken peraturan pemerintah (PP) 11/2017 tentang manajemen ASN per tanggal 30 Maret 2017 kemarin.
PP tersebut jelas Karsino, menitik-beratkan kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki ASN pada setiap jabatan. Sehingga untuk mekanisme pengangkatan pejabat, didasarkan kualitas. Sehingga di sisi lain, hal ini juga membuka peluang memacu kompetisi terbuka bagi ASN.
 “Jadi saat ini tidak jamannya lagi pejabat tidur, hanya menunggu di kursi. Tetapi harus aktif,” tegas Karsino.
Ditegaskan Karsino, sebelum PP tersebut diterbitkan pemerintah pusat, sejatinya Pemkab Boyolali sudah menerapkan manajemen ASN tersebut sejak 2015 lalu. Pengisian jabatan tegas Karsino, pengangkatan jabatan tidak lagi dengan pangkat/golongan ruang, melainkan merujuk pada kualitas. Salah satunya termasuk pelaksanaan lelang jabatan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) kemarin.
Melalui lelang jabatan tersebut, menurut Karsino akan menghasilkan pimpinan atau pejabat yang sesuai dengan kompetensi bidang masing-masing. Muaranya, fungsi pelayanan kepada masyarakat pun bisa lebih maksimal dan akan menjadikan pemerintahan berjalan dengan baik.
Hanya saja diakui Karsino, saat ini lelang terbuka jabatan tersebut diakuinya belum maksimal terutama dari sisi jumlah pendaftar. Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya ASN yang masih belum merasa percaya diri. Sehingga mereka harus didorong dan dioyak-oyak untuk mendaftarkan diri. Setidaknya lelang jabatan tinggi pratama tiga OPD kemarin, hanya diikuti sebanyak 24 orang ASN saja.
“Perlahan tapi pasti nantinya untuk pengisian jabatan di Boyolali tidak perlu lagi dioyak-oyak,” kata Karsino. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top