KWT NGUDI MULYO TANJUNGSARI : DUKUNG GEMARIKAN MELALUI DIVERSIFIKASI MAKANAN OLAHAN DARI LELE

KWT NGUDI MULYO TANJUNGSARI : DUKUNG GEMARIKAN MELALUI DIVERSIFIKASI MAKANAN OLAHAN DARI LELE
Posted in Artikel
Posted on: March 31st, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Menurut data dari berbagai sumber, konsumsi ikan masyarakat Indonesia lebih rendah dibanding rata-rata negara Asia Tenggara. Hal ini mengakibatkan kecerdasan intelektual atau intelligence quotient (IQ) masih rendah. Oleh karena itu pemerintah memprogramkan kegiatan untuk meningkatkan konsumsi makan ikan dengan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Setali tiga uang dengan program pemerintah, Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Mulyo, Desa Tanjungsari;Kecamatan Banyudono mendukung program Gemarikan melalui diversifikasi pengolahan makanan berbahan baku ikan. Kelompok ini bersinergi dengan program Pemerintah Desa setempat yakni agrominapolitan. Program ini mempunyai kelompok pembudidaya lele, dimana terdapat 10 hingga 15 persen lele tidak laku dijual karena ukuran terlalu besar (oversize). ”KWT Ngudi Mulyo berpeluang karena ada lele yang oversize tidak laku di pasar, karena ukurannya yang terlalu besar,” terang Ketua KWT Ngudi Muyo, Eka Supriyatin di tempat usahanya, Kamis (30/3).

Melalui lele, kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini bisa mengolah lele menjadi berbagai macam produk olahan sehingga bisa membuat masyarakat mau mengkonsumsi ikan. KWT ini mampu mendiversifikasi lele menjadi abon, kerupuk, stik, bakso, sosis, otak-otak, tahu bakso, kue kering.

Melalui pengolahan lele ini, UMKM peserta Lomba Produk UMKM Boyolali yang menyabet juara III belum lama ini turut terlibat dalam Gemarikan yang dicanangkan Pemerintah. “Pemerintah melibatkan KWT Ngudi Mulyo untuk mengajak anak sekolah agar bisa suka dengan ikan melalui pemberian produk makanan dari olahan lele, “ imbuh Eka.

Gemarikan yang dilakukan Eka bersama kelompoknya menyasar kepada anak sekolah  karena usia ini membutuhkan protein untuk kecerdasan. Selain itu KWT ini juga menggunakan metode penghilangan bau amis pada lele, mengingat masyarakat tidak suka pada bau amis ikan. Hal ini menurut Eka yang membuat konsumsi ikan menjadi rendah.

Langkah yang dilakukan kelompok yang mempunyai produk berlabel Al Fadh ini memproduksi olahan menggunakan ikan yang masih segar. Mengingat habitat ikan di air, setelah mati ikan akan mengalami proses pembusukan dan menimbulkan bau amis, untuk itu pihaknya menggunakan metode rantai dingin untuk menjaga kesegaran ikan. “Kelompok kami menggunakan tips menjaga rantai dingin dengan es batu pada lele setelah diambil dari kolam. Pada tahapan mematikan lele menggunakan es batu, sekaligus ketika di-fillet-pun dengan mengunakan es batu. Penggunaan es batu membuat lele selalu segar dan produk kami tidak ada bau amisnya,” imbuh Eka.

Disinggung mengenai keunggulan produksi Al Fadh, selain menggunakan bahan baku segar, KWT Ngudi Mulyo juga melengkapi produknya dengan legalitas, pengolahan sesuai standar, sertifikasi Halal dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu dalam pengolahan juga menggunakan peralatan higienis dan modern serta tidak menggunakan bahan pengawet yang berbahaya. Istri dari Kepala Desa Tanjungsari ini juga meyakinkan produknya aman dikonsumsi semua usia.

Kelompok yang telah memperoleh berbagai penghargaan ini menerapkan system zero waste concept sehingga tidak ada limbah terbuang. “Dari lele, selain dagingnya yang diolah menjadi produk unggulan berupa abon. Sisanya berupa kepala, sirip, ekor dan tulang maupun durinya juga dapat diolah dan dimanfaatkan,” terang Eka.

 Sementara itu, mengenai kendala yang dihadapi kelompok yang mempekerjakan warga masyarakat setempat ini, memilki kendala dalam pengadaan bahan baku. “Saat ini terdapat juga kelompok usaha lain yang mengolah produk lele. Ketika permintaan pasar membeludak jadi agak kesulitan bahan baku,” ungkap Eka. Untuk itu pihaknya menjalin kemitraan dengan pembudidaya lele dari daerah lain.

Atas berbagai capaian ini, kelompok yang bisa mengolah 50 hingga 150 kilogram lele untuk sekali produksi ini berharap bisa dibantu dalam mengenalkan produknya hingga kel luar negeri. Untuk mendukung hal itu, pihaknya telah memproses pengurusan sertitifat ISO 9001.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top