KEMASAN KREATIF PERAYAAN HUT KE-72 KEMERDEKAAN RI

Posted in Informasi
Posted on: August 20th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Antusiasme masyarakat Boyolali merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-72 sangat tinggi. Perayaan digelar di berbagai kecamatan dan dikemas dengan kreatif untuk memunculkan potensi daerah.
Potensi ini pun menuai dukungan Pemkab Boyolali untuk ikut mengembangkannya menjadi produktif. Salah satunya seperti yang dilangsungkan di Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono. Peringatan HUT RI ke-72 tahun ini, dikemas dalam Ketaon Fair yang sangat meriah, Sabtu (19/8).
Tak hanya melangsungkan kirab budaya yang diikuti seluruh warga dari 25 rukun tetangga (RT) di Ketaon, namun juga banyak event meriah lainnya seperti pagelaran wayang semalam suntuk, festival musik, bazar, hingga pertunjukkan dangdut.
Uniknya, kegiatan Ketaon Fair ini sepenuhnya mengangkat potensi lokal. Menurut Kades Ketaon, Martono, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengangkat kesenian budaya lokal. Di Ketaon lanjut dia, cukup kaya dengan pegiat kesenian seperti dalang, reog, serta kesenian lainnya.
“Semuanya lokal dari Ketaon, misalnya untuk pagelaran wayang kulit dalangnya juga dari sini,” ungkap Martono.
Menurut Martono, Ketaon Fair tahun ini berlangsung sangat meriah ditambah dukungan Pemkab Boyolali yang menggelontorkan anggaran Rp 90 juta. Perhatian dari Pemkab Boyolali ini disambut gembira masyarakat Ketaon, yang berharap potensi kesenian budaya desa setempat bisa terus meningkat dan semakin memajukan masyarakat desa.
Senada, tokoh pemuda Ketaon, Annas Adyargo, mengapresiasi dukungan Pemkab Boyolali. Menurut dia, melalui event seperti ini, diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki desa, khususnya di bidang seni kreatif dan pariwisata.
“Harapan kami masyarakat semakin maju, kompak bersatu membangun desa,” kata dia.
Sementara itu, kegiatan kirab budaya Desa Ketaon dengan tema “Bersatu untuk Maju”, berlangsung cukup meriah. Selain berbagai kesenian budaya yang ditampilkan, juga beragam potensi desa seperti hasil pertanian juga ikut disuguhkan warga Ketaon.
Malam harinya, ribuan masyarakat baik dari Ketaon maupun luar daerah, memadati jalan utama desa terutama di lima titik panggung yang didirikan panitia. Konsentrasi massa terjadi di lapangan desa setempat, tempat panggung hiburan musik dangdut. Pengunjung memadati setiap jengkal tanah lapang.
Sebagai antisipasi keamanan, jajaran Polres Boyolali dan Kodim, turut dilibatkan untuk pengamanan. Bahkan jajaran Polres Boyolali dipimpin Kapolres AKBP Aries Andhi, turun langsung untuk memantau pengamanan.
Terpisah, pada hari yang sama kirab budaya juga dilangsungkan di sejumlah kecamatan seperti Simo dan Klego. Di Klego, lukisan Hanoman seharga Rp 10 miliar dari Ki Djoko Sutedjo juga diikutkan dalam kirab.
Menurut Ki Djoko, melalui lukisan Hanoman berukuran 1,5 x 2 meter tersebut dirinya berharap agar masyarakat tetap mencintai kesenian wayang sebagai warisan leluhur. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top