KEMARAU, HARGA SAYURAN MERANGKAK NAIK

KEMARAU, HARGA SAYURAN MERANGKAK NAIK
Posted in Informasi
Posted on: July 26th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Harga sayur mayur beberapa hari terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga dikarenakan pasokan sayuran mulai berkurang seiring musim kemarau.
Kenaikan hampir merata pada semua jenis sayuran, di antaranya kangkung, bayam, kacang panjang, cabai, ketimun, dan sebagainya. Kangkung misalnya, saat kondisi normal harganya hanya berkisar Rp 1.000 per ikat. Namun saat ini naik menjadi rp 1.500 per ikat. Begitu pula dengan bayam, naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.500 per ikatnya.
Sedangkan kacang panjang yang semula Rp 4.000 per ikat, naik dua kali lipat menjadi Rp 8.000 per ikat untuk kualitas yang bagus. Sedangkan yang  kualitas biasa juga masih cukup mahal, yakni Rp 5.000 per ikat.
“Hampir seluruh jenis sayuran naik harganya. Timun yang biasanya Rp 4.000 naik menjadi Rp 6.000, sayuran pare juga sama,” ungkap Ali, pedagang sayur keliling warga Sambi, Rabu (26/7).
Kenaikan juga mulai terjadi pada komoditas cabai, yang sempat stabil di kisaran Rp 25.000/kg. Saat ini harga cabai mulai merangkak naik di kisaran Rp 30.000-35.000/kg. Menurut Ali, kenaikan sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Kenaikan ini menurutnya, dimungkinkan terjadi lantaran pasokan sayuran mulai sedikit di musim kemarau ini. Hal ini dikarenakan sejumlah daerah sentra sayuran sudah jarang turun hujan, sehingga sayuran susah ditanam. Termasuk di kawasan lereng Merapi-Merbabu yang menjadi sentra sayuran, pada musim kemarau para petani memilih menanam tembakau yang tidak terlalu membutuhkan air.
Meski mayoritas harga sayuran mengalami kenaikan, namun untuk beberapa jenis lainnya justru anjlok harganya, di antaranya yakni tomat dan sawi. Saat ini harga tomat hanya berkisar Rp 4.000/kg, turun dari harga sebelumnya sekitar 6.000-7.000/kg. Kondisi yang sama juga terjadi pada sayur daun kenikir, turun menjadi Rp 1.500/ikat dari sebelumnya Rp 2.500/ ikat.
“Sawi juga anjlok harganya, sekarang hanya Rp 1.500/ikat. Padahal sebelumnya bisa Rp 2.500,” kata dia.
Kenaikan harga sayuran saat ini satu sisi disambut gembira petani sayuran, sebaliknya cukup dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga lantaran belanja kebutuhan dapurnya ikut naik. Siti (25), warga Sambi, mengaku harus pintar berhemat lantaran sejumlah harga kebutuhan dapur naik saat ini.
“Mau bagaimana lagi, memang kenaikannya hanya 1.000-2.000, tetapi kan setiap hari harus belanja sayuran,” ujar dia. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top