JEMBATAN PENGHUBUNG DESA BAWU – KADIPATEN DIBANGUN

JEMBATAN PENGHUBUNG DESA BAWU – KADIPATEN DIBANGUN
Posted in Informasi
Posted on: July 27th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Jembatan penghubung Desa Bawu, Kecamatan Kemusu dengan Desa Kadipaten, Kecamatan Andong mulai dibangun untuk memudahkan akses masyarakat Boyolali utara.
Jembatan yang dibangun di atas Sungai Braholo tersebut, membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Pembangunan jembatan itu dikerjakan dengan dana dari Pemprov Jateng, Pemkab Boyolali, serta swadaya masyarakat.
Saat ini sejumlah pekerja sudah memulai membangun fondasi jembatan yang berada di tengah Sungai Berholo. Menurut Kepala Desa Bawu, Suparjo, pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai sejak dua pekan kemarin.
“Jembatan akan dibangun dengan panjang 40 meter dan lebar 4 meter,” ungkap Suparjo, Kamis (27/7).
Dijelaskannya, pembangunan jembatan ini akan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya dana yang dibutuhkan. Menurut Suparjo, untuk pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana APBDes setempat ditambah swadaya masyarakat. Selain itu Pemprov Jateng dan Pemkab Boyolali masing-masing juga membantu dana sebesar Rp 100 juta.
Diungkapkannya, pembangunan jembatan ini menjadi salah satu prioritas, terutama sebagai respons aspirasi masyarakat yang menghendaki agar jembatan tersebut segera dibangun. Hal ini dikarenakan jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat.
Sementara itu untuk menutup kekurangan anggaran pembangunan jembatan, Suparjo mengatakan masyarakat juga turut membantu dengan bergotong-royong dalam pengerjaan proyek jembatan.
“Harapan kami pembangunan bisa berjalan lancar dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata dia.
Camat Kemusu Supana membenarkan pentingnya akses jembatan tersebut bagi warga. Menurut Supana, jembatan tersebut selain menjadi akses penghubung Desa Bawu dan Desa Kadipaten, juga sekaligus ditujukan untuk membuka isolasi Dukuh Jamban, Desa Bawu, yang selama ini kesulitan akses.
“Letak Dukuh Jamban ini kan dikelilingi Sungai Berholo sehingga masyarakatnya cukup terisolir,” ujar dia.
Kondisi tersebut membuat warga harus menyeberangi sungai saat bepergian ke luar dukuh. Jika tidak, mereka harus berjalan kaki memutar sangat jauh sekitar 2 kilometer. Bahkan bagi warga yang membawa kendaraan sepeda motor, harus memutar sekitar 7 kilometer melalui kota kecamatan yang berada di Desa Klewor. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akan membantu akses ekonomi warga serta akses pendidikan bagi anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.
Dimulainya pembangunan jembatan penghubung tersebut disambut antusias warga. Tarmi (55), warga Bawu, mengaku senang jembatan dibangun. Menurut dia, letak Desa Bawu lebih dekat dengan Kadipaten, sehingga anak-anak lebih memilih bersekolah SD di wilayah Kadipaten.
“Selama ini ya harus menyeberang sungai, tetapi kalau pas arusnya deras terpaksa memutar cukup jauh. Semoga jembatan ini segera selesai dibangun karena akan sangat membantu kami,” imbuh dia. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top