JALUR SSB PUTUS AKIBAT AIR BAH BATU DAN LUMPUR SUDAH BISA DILINTASI KENDARAAN SECARA BERGANTIAN

JALUR SSB PUTUS AKIBAT AIR BAH BATU DAN LUMPUR SUDAH BISA DILINTASI KENDARAAN SECARA BERGANTIAN
Posted in Headline
Posted on: March 2nd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu, mengakibatkan luapan air bah yang bermuatan batu dan lumpur di kawasan Kecamatan Selo, tepatnya di Dukuh/Desa Lencoh, Rabu (1/3) sore kemarin. Air bah ini berdampak jalur utama Solo-Selo-Borobudur (SSB) tersebut terputus total karena tertimbun batu-batu besar dan lumpur.

 Air bah penuh batu, lumpur, dan batang pohon menutup jalur SSB. Imbasnya, jalur itu pun terputus total dan tidak bisa dilalui kendaraan. Upaya langsung dilakukan warga dibantu relawan dan petugas membersihkan jalan. Namun karena sebagian material berupa batu besar dan pohon, di antaranya rumpun bambu, sehingga perlu menggunakan alat berat. Hingga Kamis siang alat berat belum juga datang, meski sebagian lajur sudah berhasil dibersihkan dan dilintasi kendaraan secara bergantian.

 Petugas Polsek Selo, Aiptu Tri Prihastoro di lokasi kejadian mengatakan kendaraan harus bergantian dan harus waspada lantaran kondisi jalan masih licin. Selain itu juga masih banyak material, baik tanah maupun batu-batuan yang tersisa di badan jalan. “Selain di titik sini, juga masih ada beberapa titik lain yang belum dibersihkan. Sehingga kami minta pengendara berhati-hati. Infonya Bina Marga Jateng akan menurunkan alat berat,” kata dia sembari mengimbau pengendara untuk berhenti dulu saat terjadi hujan deras.

 Sementara itu, banjir bandang juga menghanyutkan jembatan darurat Bangunsari, yang menghubungkan Desa Klakah dengan Desa Jrakah, Kecamatan Selo. Kondisi jembatan yang terbuat dari struktur bambu tersebut hancur diterjang banjir Kali Juweh yang akibatkan warga pun kesulitan menyeberang sungai tersebut.

 Dari informasi yang dihimpun, hujan deras yang mengguyur kawasan Selo pada Rabu (1/2) mulai pukul 14.00 WIB hingga petang. Curah hujan yang sangat tinggi kemudian membuat Kali Alas yang berhulu dari Gunung Merbabu meluap dan menjadi air bah. “Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB, banjir lahar hujan dari Kali Alas isinya batu-batu besar, lumpur, bahkan batangan pohon,” tutur Wardi (51), warga setempat, Kamis (2/3).

 Sementara itu jembatan darurat Bangunsari yang terputus, merupakan jembatan darurat yang baru dibangun lima bulan lalu secara swadaya oleh masyarakat. Untung saja saat kejadian tidak ada korban jiwa. Saat ini, seluruh konstruksi jembatan hanyut total dan hanya menyisakan dua batang bambu.

 Salah satu warga Dukuh Bangunrejo, Desa Jrakah, Tomo (65), putusnya jembatan tersebut sangat menyulitkan warga di dua desa, yakni Klakah dan Jrakah. Tanpa jembatan tersebut, warga harus berputar berkilo-kilometer memintas jembatan gantung. “Repot sekali, apalagi banyak anak dari Klakah yang sekolah di SMP 2 Selo yang lokasinya di Jrakah,” pungkasnya.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top