JALAN RAYA CENGKLIK DIBANGUN Rp. 3,6 M

JALAN RAYA CENGKLIK DIBANGUN Rp. 3,6 M
Posted in Informasi
Posted on: April 24th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Pemkab Boyolali mulai membangun Jalan Raya Cengklik, yang sejak beberapa waktu lalu rusak parah. Tak hanya itu, pembangunan juga sekaligus pelebaran dengan sistem rigid beton agar lebih kuat.
Pembangunan jalur alternatif Sambi-Solo tersebut dialokasikan anggaran senilai Rp 3,6 miliar. Alokasi anggaran tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK). Saat ini, proses pengerjaan sudah dilakukan, di antaranya dengan menutup lubang-lubang jalan dengan menggunakan pasir dan batu.
“Sudah mulai dikerjakan, anggarannya Rp 3,6 miliar dari DAK,” terang Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPU PR) Boyolali, Nyoto Widodo, pekan kemarin.
Sementara itu, mulai dibangunnya jalur tersebut menuai respon positif masyarakat. Apalagi jalur tersebut terhitung cukup padat dan selain merupakan jalur wisata ke Waduk Cengklik, juga menjadi jalur alternatif menuju Solo.
Kerusakan parah terjadi, selain kondisi geografis yang labil, juga diperparah dengan proses pembangunan proyek jalan tol, yang melintasi jalan tersebut. Untuk peningkatan jalan ini, menurut Nyoto, sengaja dipilih secara rigid beton, meskipun menelan anggaran cukup besar namun kualitas jalan akan lebih baik dan diharapkan usia jalan akan semakin panjang.
 
Selama proses pembangunan jalan, para pengendara diminta untuk hati-hati. Selain kondisi lajur saat ini cukup sempit juga banyak tumpukan material di sisi jalan. Meski demikian, pembangunan jalan itu disambut antusias warga.
 
Suradi, salah satu warga Desa Canden misalnya, mengaku senang jalur tersebut akhirnya diperbaiki. Apalagi selama ini kondisi jalan sudah rusak parah dan bahkan banyak kubangan yang dalam, terutama saat turun hujan.
“Alhamdulillah diperbaiki, soalnya jalur ini sangat penting bagi warga,” terang dia.
Senada,
Warga Sambi lainnya, Jiyo (46), juga mengapresiasi positif pembangunan jalan raya tersebut. Apalagi dia juga pernah terjatuh, terjebak kubangan jalan yang cukup dalam saat hujan di ruas jalan tersebut.
Hanya saja dia juga berharap agar lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut juga diperbaiki. Pasalnya, banyak lampu PJU yang kondisinya mati atau rusak. Hal itu menyebabkan sepanjang jalan itu gelap saat malam.
“Harapan kami lampu PJU juga diperbaiki, soalnya kalau malam apalagi pas hujan sangat berbahaya karena gelap. Ditambah lagi banyak tumpukan material,” imbuh dia. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top