JAGA KUALITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR, KOTRAKTOR PERLU DIEVALUASI

Posted in Informasi
Posted on: July 20th, 2017 Oleh Administrator
BOYOALI : Gencarnya pembangunan infrastruktur di Boyolali, khususnya di wilayah Boyolali utara, mendapat perhatian dan dukungan Komisi III DPRD Boyolali. Agar pembangunan  berhasil, Komisi III juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap rekanan pihak ketiga atau kontraktor yang melaksanakan proyek.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Boyolali, Lambang Sarosa usai Sidak ke proyek pembangunan jalan Jrebeng-Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Selasa (18/7) kemarin. Menurut Lambang, pihaknya mengapresiasi dan mendukung upaya peningkatan infrastruktur jalan yang digencarkan Pemkab Boyolali. Dengan dilakukannya evaluasi pekerjaan, menurut Lambang diharapkan supaya rekanan benar-benar mengerjakan proyek sesuai bestek.
 “Harapan kami agar infrastruktur jalan yang tengah digencarkan Pemkab Boyolali ini bisa lebih awet dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Lambang.
Banyaknya proyek pembangunan yang tengah digencarkan, menurut Lambang rentan terjadi pelaksana proyek mengesampingkan kualitas pembangunan, sehingga perlu dilakukan evaluasi sebagai bentuk pengawasan pada rekanan.
Lambang menegaskan, kualitas pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBD II Boyolali ini, setidaknya menyamai proyek pembangunan jalan provinsi. Diakui Lambang, meski ada perbedaan aturan dalam pembangunan jalan, namun tetap sama-sama membangun dan menggunakan anggaran dana. Apalagi pembangunan infrastruktur jalan di Boyolali dilakukan dengan cor beton rigid dengan harapan agar lebih kuat dan awet.
Berkaitan ini, pihaknya terus memberikan masukkan terutama saat rapat kerja di DPRD. Lambang meminta supaya para kontraktor lebih memperhatikan kualitas jalan yang dibangun.
“Kan sebelum ikut lelang pastinya kontraktor sudah dihitung rinci biaya proyek. Harapan kami selain mengejar untung jangan abaikan kualitas proyek,” kata Lambang.
Sementara itu masukan Komisi III tersebut disambut positif Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Boyolali, Nyoto Widodo. Menurut dia, pihaknya terus berupaya meningkatkan proyek perbaikan jalan di Boyolali termasuk kawasan Boyolali utara. Hanya saja untuk wilayah Boyolali utara, menurut Nyoto pengerjaan pembangunan terkendala kondisi tanah gerak seperti di Jalan Jrebeng-Repaking.
Menyikapi kondisi tersebut, Nyoto menegaskan kualitas proyek harus benar-benar kuat sekalipun membutuhkan biaya yang lebih besar. Untuk Jalan Jrebeng-Repaking, menurut dia dibiayai APBD senilai Rp 1,8 miliar.
“Wilayah utara kondisinya tanah gerak sehingga pembangunannya harus kuat supaya tidak mudah rusak,” imbuh dia. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top