INDEKS PENEMPATAN NAKER DI BOYOLALI TERTINGGI DI INDONESIA

Posted in Informasi
Posted on: September 5th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Indeks penempatan tenaga kerja di wilayah Boyolali menjadi yang tertinggi di Indonesia saat ini. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Partono, sesuai dengan data dari Kementerian Tenaga Kerja.
Dijelaskan Agus, meningkatnya jumlah perusahaan di Boyolali secara signifikan beberapa tahun terakhir seiring dengan program Boyolali pro investasi yang berhasil menarik investor, terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Untuk memenuhi kebutuhan pekerja, sejumlah perusahaan di Boyolali terpaksa mengambil tenaga kerja dari sejumlah daerah sekitar. Bahkan hingga saat ini, permintaan kebutuhan tenaga kerja belum bisa dicukupi, dimana saat ini masih dibutuhkan sekitar 25 ribu tenaga kerja untuk mengisi posisi di berbagai perusahaan di Boyolali, terutama untuk industri garment.
Disebutkan Agus, saat inijumlah perusahaan di Boyolali sebanyak 647 perusahaan skala besar, menengah, dan kecil. Tingginya kebutuhan tenaga kerja tersebut, menurut Agus selain pihaknya rutin melakukan pelaporan serapan tenaga kerja, juga bisa dilihat dari tingkat serapan peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang diadakan Pemkab Boyolali‎.
Seluruh tenaga kerja hasil pelatihan di berbagai bidang, dari keahlian mesin hingga las, terserap seluruhnya ke berbagai perusahaan. Bahkan lanjut dia, seringkali perusahaan juga sudah memesan tenaga kerja hasil pelatihan BLK.
“Laporan serapan tenaga kerja rutin kami laporkan. Selain jumlah perusahaan yang ada saat ini sangat banyak, secara administrasinya juga bagus,” terang Agus. 
Tak hanya menunggu pelaporan, Agus menyatakan pihaknya juga melakukan jemput bola ke perusahaan-perusahaan agar melaporkan jumlah tenaga kerja yang keluar masuk. Data tersebut bukan hanya data serapan tenaga kerja lokal, melainkan juga data para pekerja asing. Menurut Agus saat ini di Boyolali setidaknya terdapat 105 pekerja asing, mayoritas merupakan tenaga ahli bidang garment dari India dan Korea Selatan. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top