HUJAN, PETANI TEMBAKAU LERENG MERAPI TURUN GUNUNG

HUJAN, PETANI TEMBAKAU LERENG MERAPI TURUN GUNUNG
Posted in Informasi
Posted on: September 28th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Hujan yang turun sejak beberapa hari terakhir, membuat petani tembakau di lereng Gunung Merapi-Merbabu terpaksa turun gunung untuk menjemur tembakau rajangan hasil penen mereka.
Cuaca mendung dan hujan menjadikan wilayah Kecamatan Selo, Cepogo, dan Ampel yang berada di lereng gunung nyaris tidak ada sinar matahari penuh. Padahal, cuaca terik dibutuhkan petani tembakau untuk menjemur daun tembakau yang sudah dirajang.
Imbasnya, petani pun banyak yang turun ke dataran rendah seperti Kecamatan Mojosongo, Teras dan Banyudono untuk menjemur tembakau. Lokasi tanah lapang hingga jalan tol yang belum difungsikan pun, dimanfaatkan untuk menjemur rajangan daun tembakau mereka.
Menurut salah satu petani tembakau, Winarno (52), warga Desa Tarubatang, Selo, kondisi cuaca sejak tiga hari terakhir mendung dan hujan. Akibatnya, seharian penuh tidak ada terik matahari. Padahal dia sangat perlu sinar matahari untuk menjemur tembakau.
“Tiga hari ini mendung dan hujan terus, terpaksa turun ke bawah,” tutur Winarno yang memilih jalan tol yang ada di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono untuk menjemur rajangan tembakaunya, Rabu (26/9/2017).
Winarno tak sendiri, banyak petani tembakau lainnya yang turut menjemur di jalan tol. Dikatakannya, proses penjemuran daun tembakau harus selesai dalam satu hari untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Jika tidak, maka proses pengeringan tidak maksimal dan berpengaruh pada harga jual.
“Kalau kualitasnya bagus saat ini rata-rata Rp 60.000/kg kering, tapi kalau kualitasnya kurang bisa anjlok sampai Rp 45.000/kg,” terang dia.
Bahkan tak jarang, untuk menjaga kualitas tembakau mereka, petani pun banyak yang memilih menginap di lokasi penjemuran. Langkah ini juga dilakukan untuk menekan biaya transportasi sewa pikap. Menurut Winarno, dia sudah bermalam dua hari ini bersama dua pekerjanya. Meskipun harus keluar uang untuk biaya makan dan kebutuhan lain, namun menurut dia itu masih lebih ringan dibandingkan keluar biaya sewa kendaraan.
Senada, Sabarno (49) petani tembakau lainnya warga Dukuh Rejosari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, juga mengaku sudah dua hari ini berburu sinar matahari untuk menjemur tembakaunya. Sabarno mengaku, tembakau rajangannya semoat anjlok harganya hingga Rp 40.000/kg saat dijual di gudang pabrik rokok yang ada di Magelang. Pasalnya, kualitas daun tembakaunya berkurang lantaran proses pengeringan dua hari.
“Agar yang berikutnya tidak rugi, terpaksa turun gunung dan jemur di bawah,” kata dia.
Meski demikian, secara umum cuaca tahun ini cukup menguntungkan petani tembakau. Pasalnya hingga saat panen raya kemarin, kondisi cuaca masih kemarau dan tidak hujan. Sedangkan saat ini, petani tembaku sudah memasuki musim akhir panen. Kebanyakan petani juga sudah melewati masa pengeringan, dan hasilnya sudah disimpan untuk siap jual.
“Memang saat ini termasuk panenan terakhir, tinggal bagian daun tembakau yang ada di tengah batang,” imbuh dia. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top