H – 10 LEBARAN, PROYEK SSB DIHENTIKA SEMENTARA

H – 10 LEBARAN, PROYEK SSB DIHENTIKA SEMENTARA
Posted in Headline
Posted on: June 12th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Pembangunan lanjutan jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), ruas Selo-Jrakah, Kecamatan Selo, akan dihentikan sementara mulai H-10 Lebaran. Penghentian pekerjaan tersebut dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas saat lebaran nanti.
‎Pengawas jalur SSB Bina Marga Jawa Tengah, Sumarwan mengatakan sudah ada instruksi untuk penghentian seluruh pekerjaan sementara proyek mulai H-10 Lebaran. Tak hanya itu, selama penghentian sementara tersebut, kondisi jalan juga harus bersih dari material proyek.
“Penghentian sementara ini agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang diprediksi ramai selama lebaran nanti,” ungkap Sumarwan kemarin.
Pembangunan lanjutan jalur SSB meliputi panjang 7 km yang terbagi dalam dua paket yakni ruas Selo sepanjang 5 km dan ruas Jrakah hingga perbatasan Magelang sepanjang 2 km. Saat ini jelas Sumarwan, pengerjaan proyek SSB tersebut sudah mencapai 50 persen untuk ruas Jrakah. Khusus untuk pengerjaan di ruas Jrakah ini, menurut Sumarwan saat ini sudah dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan lebih awal mengingat jika diteruskan sampai H-10, nantinya justru akan ada perbedaan tinggi lajur. Pasalnya, pengecoran di ruas jalan ini dilakukan per lajur.
Sebaliknya, untuk ruas Selo, pengerjaan terus dikebut agar kedua lajur jalan bisa selesai bersamaan. Diharapkan dengan selesainya betonisasi, ruas jalan tersebut sudah bisa digunakan saat proyek dihentikan sementara nanti.
“Diupayakan tidak ada perbedaan tinggi lajur karena akan berbahaya bagi pengendara,” terang dia.
Di sisi lain, meskipun akan dihentikan sementara untuk arus lebaran nanti, namun Sumarwan optimis pengerjaan proyek akan kelar tepat waktu bahkan lebih cepat dari target yang ditentukan, yaitu pada Oktober mendatang.
Optimisme ini mengingat selama pengerjaan proyek selama ini berjalan dengan lancar. Di sisi lain, saat ini terus dikebut di antaranya meliputi pengecoran jalan dan pembangunan talud, serta penguatan tebing di sisi-sisi jalan.
Selama pengerjaan proyek, untuk pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan cara buka tutup jalur, khususnya saat proses pengecoran dilakukan. Untung saja, arus lalu lintas jalur SSB saat ini terhitung tidak terlalu padat terutama paska ambrolnya Jembatan Grawah Cepogo, yang saat ini digantikan dengan jembatan darurat. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top