GUBERNUR GANJAR MINTA PEDAGANG HINDARI BANK TITIL

GUBERNUR GANJAR MINTA PEDAGANG HINDARI BANK TITIL
Posted in Informasi
Posted on: July 28th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Saat ini masih banyak pedagang pasar tradisional yang meminjam uang untuk menambah modal usaha dari rentenir. Tidak terkecuali di Boyolali, keberadaan rentenir atau yang sering disebut bank titil begitu memberatkan pedagang. Hal tersebut menyebabkan usaha tidak bisa berkembang karena rentenir mematok bunga yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kunjungan kerjanya di Boyolali yang bertempat di Pasar Sayur Cepogo, Jumat (28/7). “Pemerintah berharap usaha pedagang tambah maju. [Jika] ada kredit yang murah dan mboten nekak,” ungkap Ganjar.

Kunjungan orang nomor satu di Jawa Tengah di salah satu pasar dengan komoditas sayur yang bisa memasok berbagai wilayah di tanah air dengan menggelar dialog bersama pedagang setempat. Selain dialog dalam agenda roadshow tersebut juga untuk mengecek harga komoditas pasar dan penjelasan kredit Mitra 25 Bank Jateng.Gubernur Ganjar menambahkan, program Bank Jateng tersebut sangat murah, bisa menambah modal biar usahnya maju dan tanpa jaminan. “Yang dibutuhkan hanya surat keterangan usaha dari Kades dan fotokopi KTP dan KK,” imbuh Ganjar.

Dengan cara memperoleh kredit yang tidak berat, pihaknya berharap pedagang tambah makmur dan pedagang terbantu. Oleh karena itu Ia juga meminta pihak perbankan dapat menjemput bola terhadap sumber-sumber ekonomi seperti pasar dan dapat bersaing dengan bank titil. “Ini yang harus dirubah dari yang menunggu jadi pro aktif. Kita tunjukan [kredit] ini memang ini lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Senada dengan Gubernur Jateng, Bupati Boyolali, Seno Samodro dalam sambutannya juga menyampaikan agar pedagang dapat memanfaatkan program dari Bank Jateng ini. Melalui penambahan modal semacam ini, diharapkan pedagang semakin berkembang sehingga pembeli dari luar Boyolali bisa kulak sayur dari Boyolali. bahkan jika dimungkinkan petani dapat berkreasi dngan mengemas dagangannya agar lebih memiliki nilai jual lebih. “Sayuran dikemas dengan baik dan dititipkan di beberapa ritel dan swalayan agar memiliki nilai jual yang lebih baik dan menarik,” terang Seno singkat. (mjk/dst)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top