GEDUNG SERVER BOYOLALI, PERTAMA DI INDONESIA, MIRIP GEDUNG PENTAGON

GEDUNG SERVER BOYOLALI, PERTAMA DI INDONESIA, MIRIP GEDUNG PENTAGON
Posted in Informasi
Posted on: August 22nd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Gedung server yang tengah dibangun Pemkab Boyolali, merupakan pertama di Indonesia. Gedung yang akan menjadi induk program Boyolali Smart City ini, dibangun mirip dengan gedung Pentagon di Virginia Amerika Serikat.
Bupati Boyolali, Seno Samodro, di sela-sela meninjau pembangunan gedung server yang berada di barat Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mengatakan gedung server ini merupakan induk dari smart city yang dijalankan Pemkab Boyolali, sehingga infrastruktutnya dibangun dengan spesifikasi yang tinggi, Selasa (21/8).
“Ini bahkan pertama di Indonesia. Di Jakata ada, tetapi di gedung bertingkat dan spesifikasi gedung server Boyolali lebih tinggi,” ungkap Bupati.
Bahkan menurut Bupati, gedung server ini dibangun mirip gedung Depatemen Pertahanan Amerika, Pentagon di Virginia. Begitu pula dengan spesifikasi keamanannya pun dibangun sangat kuat, serta anti bencana seperti gempa maupun kebakaran.
Nantinya, gedung server ini akan menjadi data center dan beroperasi 24 jam penuh dengan grade 3. Ke depan, selain untuk penyimpanan data smart city Boyolali, tidak menutup kemungkinan disewakan ke pihak lain. Hanya saja terkait pembangunan gedung server ini, mengingat baru pertama di Indonesia, sehingga belum ada regulasi yang mengaturnya. Terkait ini, Bupati menyatakan segera merumuskan perangkat regulasi yang dibutuhkan.
“Repotnya inovasi ya seperti itu, karena regulasi undang-undangnya belum ada. Nanti dimungkinkan mengacu UU informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” jelas Bupati.
Kepala Diskominfo Boyolali, Abdul Rohman menambahkan, mengingat vitalnya gedung server ini, sehingga syarat keamanan menjadi yang utama. Gedung server ini dibangun dengan back up tiga lapis. Sedangkan struktur bangunan, kekuatan beban mencapai 600 kg/m2 untuk beban maksimal. Spesifikasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan pembangunan gedung biasa yang hanya mampu menanggung beban 150-200 kg/m2.
“Kekuatan konstruksi menjadi salah satu syarat utama,” kata Abdul.
Di bagian dalam, sistem menggunakan 2-3 kunci yang meliputi suplai kelistrikan, ketersediaan jaringan internet, serta monitoring. Tiga hal kunci tersebut digabung menjadi service level agreement (SLA) gedung server Boyolali, jaminan keamanan mencapai 99 persen.
Untuk disaster recovery, pihaknya juga bekerja sama dengan gedung server yang Jakarta. Begitu pula sebaliknya, pihak Jakarta juga dimungkinkan ikut sharing atau titip data di gedung server di Boyolali.
“Gedung server ini akan menjadi yang terbesar di Jawa,” imbuh dia.
Gedung data server sebagai penunjang program Boyolali smart city, saat ini sudah mulai dibangun dengan alokasi anggaran senilai Rp 4,2 miliar dan diharapkan November tahun ini selesai dibangun. (AR).

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top