GEDUNG ECOLOGICAL HOUSE KEBUN RAYA INDRAKILA HARI INI DIRESMIKAN

GEDUNG ECOLOGICAL HOUSE KEBUN RAYA INDRAKILA HARI INI DIRESMIKAN
Posted in Headline, Informasi
Posted on: December 10th, 2016 Oleh Administrator
BOYOLALI : Bupati Boyolali, Seno Samodro akan meresmikan gedung Ecological House (e-House) yang ada di hutan raya, Jumat (9/12). Peresmian e-House ini, merupakan tahapan pertama pembangunan kebun raya seluas 8,7 hektare di Dukuh Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Proyek Kebun Raya Indrakila Boyolali saat ini mulai diisi dengan berbagai spesies tanaman. Ratusan di antaranya merupakan hasil eksplorasi di Hutan Telawa, Kecamatan Juwangi.
Pimpinan Produksi (Pimpro) Kebun Raya Indrakila Boyolali, Okta Dwi Prabowo, menyebutkan bahwa Kebun Raya Indrakila akan menjadi tempat konservasi khususnya tanaman asli Jawa, khususnya Jawa Tengah bagian timur, serta Jawa Timur bagian barat.
Sebagai pengisi koleksi pertama, pihaknya pun melakukan eksplorasi di Hutan Telawa, Juwangi. Hasilnya, terdapat 160 spesies tanaman yang ditemukan serta diidentifikasi. Saat ini, 160 spesies itu masih dalam tahap pembibitan dan tersimpan di ruang pembibitan yang ada di lokasi pengembangan kebun raya di Dukuh Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.
“Ada satu spesies yang nanti akan menjadi maskot kebun raya, yakni tanaman Trenggulun. Tanaman ini asli Telawa dan akan diserahkan secara simbolis ke Bupati saat persemian e-House besok,” ungkap Okta, Kamis (8/12).
Dijelaskan Okta, seluruh spesies tanaman tersebut nantinya terinventarisasi dan memiliki KTP pohon. Sehingga setiap pohon akan teridentifikasi nomor dan diberikan identitas asal. Misalnya saja tanaman Aege Marmelos dengan nomor KTP I.2016110177, di bawahnya juga tertulis H.Telawa. Menurut Okta, kode I berarti Indrakila, berikutnya 2016 merupakan tahun dikembangkannya, serta diikuti nomor KTP pohon. Sedangkan H. Telawa berarti berasal dari Hutan Telawa.gedung-ecological-house-kebun-raya-indrakila-hari-ini-diresmikan-2
Lebih lanjut dijelaskan Okta, eksplorasi Hutan Telawa merupakan langkah pertama dalam upaya mengisi koleksi kebun raya. Okta mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu tiga tahun ke depan untuk melakukan eksplorasi ke tempat-tempat lainnya untuk menambah koleksi tanaman.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Boyolali, Cipto Budoyo, menyatakan proyek Kebun Raya Indrakila kelar tahun 2019. Pembangunan relatif sangat cepat, mengingat dari hasil studi banding ke sejumlah daerah, biasanya butuh waktu hingga 10 tahun untuk membangun kebun raya.
Dijelaskan Cipto, tahun ini progres pembangunan sudah 20 persen dari total proyek. Ada empat paket pekerjaan, yakni pembangunan lanscape dan tanaman langka turus jalan di lingkungan kawasan Kebun Raya Indrakila senilai Rp796,975 juta, proyek bangunan Kebun Raya Indrokilo senilai Rp 2,769 miliar, pengerasan dan penataan jalan di lingkungan kebun raya senilai Rp 999,800 juta, dan proyek pembangunan DAM, jaringan transmisi serta kolam atau bangunan air tawar yang menelan anggaran hingga Rp1,9 miliar.
“Konsep kebun raya nanti, selain sebagai tempat konservasi, juga untuk tourism, research and training, dan jasa lingkungan. Pengelolaannya berbasis partisipasi masyarakat,” jelas Cipto.
Sehingga, di Kebun Raya Indrakila selouas 8,7 hektare tersebut juga dibangun e-House yang akan diresmikan hari ini.E-House ini jelas Cipto, akan menjadi wadah atau rumah bagi kelompok dan masyarakat yang punya kepentingan dalam pengelolaan Kebun Raya Indrakila.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top