E-RETRIBUSI PEDAGANG PASAR TERUS DIMATANGKAN

Posted in Informasi
Posted on: August 11th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Penerapan retribusi elektronik (e-retribusi) bagi pedagang pasar-pasar tradisional yang ada di Boyolali, diharapkan sudah bisa dijalankan akhir tahun 2017 ini. Saat ini, sosialisasi terutama bagi petugas di masing-masing unit pelaksana teknis (UPT) terus dilakukan Pemkab Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin).
Sekretaris Disdagperin Boyolali, Widodo, mengungkapkan saat ini proses penerapan e-retribusi masih terus dimatangkan, termasuk sosialisasi kepada petugas UPT. Pihaknya berharap, akhir tahun ini e-retribusi bagi pedagang pasar tradisional sudah bisa dilaksanakan.
“Jika tidak, awal 2018 sudah bisa diterapkan. Saat ini kami masih melakukan sosialisasi di internal petugas UPT,” terang dia kemarin.
Dijelaskannya, sosialisasi dilakukan terutama berkaitan dengan teknis e-retribusi. Berbeda dengan penarikan retribusi saat ini yang masih menggunakan karcis, nantinya saat e-retribusi diterapkan, pedagang cukup menggesek kartu yang sudah diisikan saldo uang ke alat gesek yang dibawa petugas.
Untuk keperluan ini, Widodo mengatakan Pemkab akan bekerja sama dengan perbankan. Hanya saja diakuinya, saat ini Pemkab belum menentukan bank mana yang akan digandeng untuk MoU kerja sama penarikan e-retribusi.
Dengan cara baru dalam penarikan retribusi ini, maka petugas UPT pun perlu disosialisasi dan dibekali pelatihan menyangkut e-retribusi. Tidak kalah pentingnya, untuk penerapan e-retribusi ini pihaknya juga melakukan pendataan seluruh pedagang yang ada di pasar-pasar tradisional di Boyolali. Pendataan ini dilakukan untuk mendapatkan perhitungan potensi pendapatan yang lebih riil dalam penerapan e-retribusi nanti. Selain itu, pendataan ini juga berkaitan dengan karakteristik pasar tradisional yang beroperasi berdasarkan pasaran, seperti Pon, Wage, Kliwon, dan Pahing.
“Tiap hari pasaran kan jumlah pedagangnya berbeda, sehingga perlu dilakukan pendataan agar lebih riil,” jelas dia.
Dengan penerapan e-retribusi ini, maka nantinya setiap pedagang pasar tradisional, baik pemilik kios, los, maupun oprokan, wajib mengikuti. Sedangkan untuk pedagang di pasar hewan lanjut Widodo, saat ini masih dilakukan kajian. Meski demikian, pada prinsipnya menurut dia sama saja, yakni pedagang yang masuk ke dalam lingkungan pasar dikenai retribusi. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top