DAMPAK MENURUNNYA KINERJA RPH, PAD DARI RETRIBUSI PEMOTONGAN JUGA TURUN

DAMPAK MENURUNNYA KINERJA RPH, PAD DARI RETRIBUSI PEMOTONGAN JUGA TURUN
Posted in Informasi
Posted on: May 30th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Dampak berkurangnya jumlah pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH) Ampel, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pemotongan turun drastis. Sementara itu masuknya daging impor diduga turut menyebabkan turunnya jumlah pemotongan hewan di RPH.
Penurunan tersebut cukup signifikan, setidaknya sesuai catatan di RPH Ampel, sepanjang 2014 lalu memotong 41.372 ekor sapi. Kemudian di tahun 2015 sebanyak 29.944  ekor, dan pada 2016 sebanyak 16.644 ekor. Sementara hingga Mei 2017 ini, RPH baru memotong 6.226 ekor sapi.
Penurunan kuantitas pemotongan hewan tersebut, berkorelasi terhadap target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pemotongan hewan. Pada 2014 lalu, target retribusi sebesar Rp 886,9 juta hanya tercapai 86,45 persen. Kemudian di tahun 2015 realisasi target turun dan hanya tercapai 65,26 persen dari target yang sama. Sedangkan di tahun 2016, realisasi semakin turun menjadi sekitar 35,48 persen.
Tren penurunan ini diakui Kepala UPTD RPH Ampel, Rumsari Sri Utami. Pihaknya menduga, penurunan ini dikarenakan sejumlah faktor, di antaranya yakni menurunnya permintaan masyarakat terhadap olahan daging. Selain itu, masuknya daging impor yang harganya lebih murah, diperkirakan memicu penurunan pemotongan sapi lokal.
Mengantisipasi kondisi ini, Rumsari mengatakan pihaknya terus meningkatkan sosialisasi ke masyarakat maupun pengecer daging terkait pentingnya mengonsumsi daging yang sehat, yang dipotong di RPH dan mengantongi surat keterangan sehat.
Di sisi lain, tidak tercapainya target realisasi retribusi, pihaknya mengaku lebih mengedepankan kualitas hewan uang akan dipotong. Sehingga sapi yang akan disembelih harus sesuai dengan ketentuan. ()

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top