CATATAN PERJALANAN DUTA SENI DAN MISI KEBUDAYAAN PELAJAR BOYOLALI 2 2017 : (8-HABIS) BANGGA DAN SUKSES PENTAS DI BENUA BIRU

CATATAN PERJALANAN DUTA SENI DAN MISI KEBUDAYAAN PELAJAR BOYOLALI 2 2017 : (8-HABIS) BANGGA DAN SUKSES PENTAS DI BENUA BIRU
Posted in Informasi
Posted on: July 26th, 2017 Oleh Administrator
ZURICH – Tidak terasa lewat sepekan sudah tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2017 berada di Eropa. Tiga negara Ceko, Austria dan Swiss telah disinggahi. Rabu (26/7) pagi rombongan harus bergegas menuju bandara Zurich; Swiss untuk segera kembali ke tanah air.

Puluhan ribu kilometer telah ditempuh menuju Benua Biru. Rasa senang, bangga, haru dan lelah bercampur aduk dalam perasaan anggota tim. Berada di empat kota negara Eropa, tim Duta Seni unjuk kebolehan menampilkan tarian khas Boyolali.

Sambutan hangat dan meriah di setiap pentas. Baik di kota Praha; Ceko, Wina dan Salzburg; Austria serta di Zurich; Swiss. Hal ini sesuai dengan visi misi Bupati Boyolali, Seno Samodro untuk mengenalkan budaya Boyolali sekaligus membuka cakrawala pelajar Boyolali. Bupati Seno yakin idenya ini akan menghadirkan generasi emas 20 tahun mendatang. Para pelajar terpilih sebagai Duta Seni yang dari tahun ketahun dikirim keluar negeri.

Banyaknya pengalaman yang dialami oleh para pelajar Duta Seni semenjak berada di benua Eropa seperti halnya siswa SMAN 1 Simo, Sekar Sari Dianingrum. “Luar biasa banget mas kota-kotanya dari segala sisi semua sudah modern baik dari manusianya sendiri sampai fasilitasnya. Saya yang
paling terkesan kota tua Salzburg, kok bisa ya orang jaman dulu menata kota seperti itu dan hebatnya masih bertahan sampai sekarang,” ungkapnya. Disinggung pentas yang paling berkesan, siswi kelas XI itu dengan tegas mengatakan “Saya paling terkesan pentas di museum House of Music Austria, ngga kebayang bisa tampil disitu mas kemarin, penontonnya juga luar biasa,”
imbuhnya.

Sementara, Bagus Adi Firmansyah pemuda asal Jenengan Sawit terkesan dengan penampilan pertama di Praha. “Itu mas, waktu pentas pertama di Praha, waktu itu  saya masih bingung, mungkin karena jetlag, waktu itu kita sampai Praha malam dan paginya langsung pentas, tetapi saya bisa kontrol, soalnya sudah dilatih instruktur untuk bisa hadapi hal seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini salah satu pelatih yang ditugaskan mendampingi, Aslar dari Ketholeng Institute merasa bangga dan terharu melihat semangat pelajar Boyolali begitu luar biasa dalam menjalankan tugasnya. “Dalam pentas anak-anak semangat sekali, apapun keadaannya apapun situasinya tidak punya rasa canggung, bisa menarik perhatian penonton disini mas,” terang pria
yang juga pengajar di MTSN Teras ini.
Rombongan dijadwalkan pulang dari Zurich menuju Dubai, Uni Emirat Arab berlanjut ke Singapura dan diteruskan Jakarta. Pada Kamis (27/7) siang sudah mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

Banyaknya pengalaman yang didapat tim Duta Seni selama di Eropa diharapkan bisa dijadikan ilmu yang abadi. Anggota tim sadar bahwa ke luar negeri bukan mencari persamaan tetapi mencari perbedaan. Perbedaan dalam hal ini sebuah perbedaan yang baik bagi Boyolali atau yang paling sederhana baik untuk diri sendiri. Sementara perbedaan-perbedaan yang didapat akan tertanam pada setiap individu peserta Duta Seni yang kelak akan menjadi generasi emas Boyolali seperti harapan Bupati Boyolali, Seno Samodro. Bravo Boyolali. (dst/mjk)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top