CATATAN PERJALANAN DUTA SENI DAN MISI KEBUDAYAAN BOYOLALI 2017 MENUJU BENUA BIRU : PENGALAMAN PERTAMA KALI NAIK PESAWAT

CATATAN PERJALANAN DUTA SENI DAN MISI KEBUDAYAAN BOYOLALI 2017 MENUJU BENUA BIRU : PENGALAMAN PERTAMA KALI NAIK PESAWAT
Posted in Informasi
Posted on: July 20th, 2017 Oleh Administrator

PRAHA – Setelah secara resmi dilepas Bupati Boyolali, Seno Samodro Sabtu (15/7), tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2017 siap melawat selama sepulchre hari ke depan dimulai Selasa (18/7) pagi. Rombongan mengawali kunjungan ke tiga negara Eropa yakni, Ceko, Austria dan Swiss melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo,  Boyolali menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama kurang lebih satu jam peserta nganggo, hingga pupuk 11.00 WIB. Transit beberapa jam menunggu waktu melanjutkan penerbangan ke Bandara Changi, Singapura.

Mendarat di Bandara Changi, Singapura pupil 16.30 waktu setempat, tim duta seni harus menjalani proses imigrasi terlebih dahulu. Menunggu waktu tersangkut pada pukul 24.00 menuju Dubai,  Uni Emirat Arab, rombongan mengisi waktu transit, dengan menikmati fasilitas gratis bandara yang lengkap dan menarik. Berbagai fasilitas seperti taman kupu – kupu unik, bioskop, dan bermain sepuasnya diintertainment deck. Sementara untuk mengurangi rasa lelah, terdapat fasilitas relaksasi menggunakan mesin pemijat.

(klik Image untuk melihat foto)

Tidak terasa tujuh jam transit dan dimanjakan dengan berbagai facility’s kelas internasional, rombongan harus melanjutkan perjalanan terbang menuju Dubai yang membutuhkan waktu perjalanan selama sembilan jam. Menggunakan pesawat Emirates jenis Airbus A380, semakin menambah pengalaman kru Duta Seni yang sebagian besar belum pernah naik pesawat. Banyak fasilitas pada kabin pesawat dimanfaatkan anggota tim.

Seperti halnya, salah satu anggota tim, Catur Cahyo Nugroho yang sampai tidak bisa nyenyak tidur dalam perjalanannya. “Saya kemarin sampai nggak bisa tidur pulas, membayangkan naik pesawat hampir 17 jam, maklum mas ini pengalaman pertama saya,” ungkapnya disertai tawa panjangnya. Siswa kelas XI SMAN 1 Simo tersebut memanfaatkan fasilitas wifi, film, musik, dan menu makanan yang enak.

Menginjak pada pukul 04.30 pagi waktu Dubai, pesawat mendarat di bandara Dubai Internasional Airport. Setelah menyelesaikan urusan imigrasi, tim transit sejenak untuk naik ke pesawat menuju Bandara Zurich, Swiss dengan jadwal pukul 08.00 waktu Dubai.

Berada di bandara peringkat keenam tersibuk di dunia ini, kenyamanan disajikan otoritas bandara agar penumpang bisa transit dengan nyaman. Fasilitas shower bagi penumpang trans benua, ratusan terminal pengisian baterai laptop atau ponsel, kursi tidur yang nyaman dan koneksi wifi yang cepat. Tidak mengherankan, bandara yang menjadi markas maskapai Emirates Airlines ini menjadi salah satu jalur transit antarbenua.

Penerbangan selanjutnya ditempuh menuju Bandara Zurich dalam kurun Tujuan wakty jam hingga mendarat sekitar pukul 15.00 waktu Swiss. Meskipun lelah menempuh perjalanan jauh, dengan sigap dan semangat para pelajar Boyolali terpilih ini mengemas barang dari bagasi yang cukup banyak, puluhan koper yang berisi barang keperluan pribadi serta properti  pertunjukan.

Sementara di area parkir bandara, bus besar telah menunggu rombongan yang akan mengantarkan ke Praha, Ceko melalui jalur darat. Melintasi empat negara sekaligus, Swiss, Austria, Jerman dan Ceko perjalanan selama tujuh jam menambah pengalaman dan menjadikan perjalanan semakin berkesan. Sepanjang perjalan disuguhi tatanan pertanian dan perternakan dengan sistem modern.

Kamis (20/7) pukul 01.00 dini hari waktu Praha atau pukul 06.30 WIB, rombongan menuju hotel untuk beristirahat. Namun waktu yang ada tidak bisa digunakan dengan maksimal mengingat tim sudah tidak sabar untuk segera pentas. Unjuk kebolehan di KBRI Praha di hadapan masyarakat Praha pada jam 10.00 waktu setempat. (*dst)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top