CAPAIAN IMUNISASI MR BOYOLALI 108,61 PERSEN

Posted in Informasi
Posted on: October 11th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Boyolali hingga saat ini mencapai 108,61 persen dari target sasaran sebanyak 230.990 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Lina, di sela-sela kegiatan di DPRD Boyolali, Rabu (11/10/2017). Menurut Lina, capaian tersebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, yakni dari pusat data dan informasi kementerian kesehatan. Di sisi lain, Dinkes Boyolali juga memiliki data sasaran yang lebih riil sehingga capaian imunisasi lebih tinggi dari target sasaran.

“Imunisasi MR sejak Agustus dan September, kemudian dilanjutkan sweeping di bulan Oktober ini sampai tanggal 14 Oktober besok,” ungkap Lina.

Di sisi lain, meski capaian sasaran melebihi target, namun diakui Lina masih terdapat penolakan dari orang tua anak. Setidaknya tercatat 1.229 anak dari 49 sekolah yang orang tuanya menolak diimunisasi MR. Dijelaskan Lina, kondisi penolakan ini merata di kabupaten/kota Provinsi Jateng dan sempat menjadi evaluasi dengan difasilitasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di Boyolali sendiri, mayoritas penolakan terjadi di wilayah Kecamatan Sambi, Simo, dan Mojosongo, serta sedikit lainnya di sejumlah kecamatan lainnya. Faktor penolakan lanjut Lina, lebih pada faktor kepercayaan atau keyakinan yang dianut.

Berkaitan ini, Lina menegaskan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk melibatkan banyak peneliti yang menjamin proses imunisasi benar-benar aman dan halal. Selain itu juga fakta bahwa vaksin MR juga digunakan di negara-negara Islam lainnya.

“Kami juga gencar melakukan sosialisasi dengan menggandeng MUI, pemangku kepentingan seperti DPRD. Bahkan kami juga sudah mengundang orang tua untuk sosialisasi dengan narasumber dari Kemenkes, MUI, serta Dinkes. Hanya saja kenyataannya itu belum bisa merubah pendirian mereka,” jelas dia.

Kondisi ini lanjut Lina, menjadi kekhawatiran jika menjadi kecenderungan terus berkembang akan menghambat upaya mengatasi penyakit menular. Padahal imunisasi MR tersebut merupakan salah satu dari upaya pencegahan terhadap sembilan jenis penyakit melalui imunisasi, di antaranya yakni polio, difteri, tetanus, hepatitis, TBC, dan meningitis.

Imunisasi gratis ini tegas Lina, merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang tidak kurang dalam upaya menyehatkan masyarakat. Jika imunisasi dilakukan secara mandiri, setidaknya masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp 400 ribu untuk imunisasi MR. Di sisi lain, secara teori untuk menekan potensi resistensi maka harus dengan memaksimalkan capaian imunisasi.

“Masih ada waktu hingga tanggal 14 Oktober nanti untuk imunisasi di Puskesmas-Puskesmas, harapan kami masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik,” imbuh dia. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top